UniqMag
spece

Pedagang Keluhkan Adanya Pungutan

berita terkini
Salah satu konter Celuler Pasar Kecamatan Balung
Berita 1

JEMBER - Para pedagang di terminal kecamatan Balung mengeluhkan pungutan yang dibayarkan pihaknya kepada petugas. Pungutan yang dibayarkan selama ini dirasa berlebihan dan membebani.

Selain harus membayar kepada dinas perhubungan, setiap bulan pedagang juga ditarik biaya oleh petugas yang mengaku dari pasar.  “ setiap bulan saya bayar ke petugas dari orang pasar.,Saya heran kenapa saya masih bayar lagi,” Kata Ahmad Yakin, pedagang jual – beli HP.

Pria 40 tahun ini mengaku setiap bulan selalu ada petugas berseragam lengkap datang ke tokonya untuk menagih. Di setiap petugas datang, dia harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 70 ribu. ” Bukti pembayaran juga ada mas,” ungkapnya.

Yakin menjelaskan dirinya menyewa toko dengan harga Rp 5,5 pertahun dengan rentang waktu sewa 2 tahun. Namun, dia menyewa bukan langsung pada pihak dinas perhubungan, melainkan pada penyewa sebelumnya, Saibu.

” Saya bayar pada pihak kedua. Yang saya beratkan masih bayar ke pasar lagi mas,” jelasnya.

Nurhayati (43) pedagang warung  kopi  juga mengakui hal yang sama. Dia harus membayar pungutan bulanan yang dilakukan oleh petugas pasar. Baginya, pembayaran ini memberatkan. Pasalnya, dia harus bayar dua kali.

“Selain melunasi sewa, juga membayar petugas pasar sebesar Rp 60 ribu.Saya bayar tidak setiap bulan, tapi 2 bulan sekali setor,” katanya.

Tidak hanya mereka berdua, seluruh para pedagang di terminal Balung dikenai pungutan dari petugas pasar. Di lahan dinas perhubungan ini, terdapat sepuluh pedagang berjualan. Yakin berharap pemerintah tegas menindak petugas pasar Balung bila tindakan ini illegal.

Sebaliknya menurut aturan dibenarkan, maka pembayaran dengan mekanisme satu pintu dirasa lebih baik sebab tidak membingungkan dan memunculkan curiga.” Saya tidak keberatan membayar jika itu benar dan pembayaran saya bisa digunakan sebaik-baiknya untuk daerah walau jumlahnya kecil,” harapnya.

Sementara itu, Mantri Pasar Balung, Suminta, mengakui adanya petugas yang melakukan penarikan kepada para pedagang di terminal. Tarikan tersebut merupakan retribusi untuk daerah. “sudah sejak lama ada penarikan,” katanya.

Menurutnya, tindakan petugas dibenarkan oleh aturan. Dirinya berdalih peraturan daerah no 4 tahun 2011 menjadi pegangan dan alasan pihaknya melakukan pungutan. Dalam perda tersebut berbunyi setiap pedagang 250 m dari pasar maka dikenai biaya.

” Setiap 250 meter dari pasar ada retribusi.” Jelasnya. Suminta juga mengaku tidak tahu – menahu. Dirinya menyerahkan sepenuhnya urusan ini kepada dinas pasar di Jember.” Untuk lebih jelasnya, mas bisa tanya ke pimpinan saya di Jember,” ujar nya.

Reporter : Imam Khairon
Editor : Ismi Fausiah
Berita 2
Berita Sebelumnya Pelayanan Kesehatan di Masjid Tingkatan Kunjungan Puskesmas
Berita Selanjutnya Kabupaten Sumenep Raih WTP, Ini Kata Bupati Busyro Karim

Komentar Anda