UniqMag
Diknas Jombang

Ternyata Bambu Runcing Senjata Perang 10 November Berasal dari Blitar

berita terkini
Mahatir baju hitam saat memegang bambu runcing
Berita 1

BLITAR, (suarajatimpost.com) - Pada masa penjajahan, bisa dibilang kalau kekuatan para pejuang Indonesia dulu sangat kalah telak dengan para penjajah dari Belanda ataupun Jepang.

Namun anehnya, para pejuang tidak pernah gentar dalam merebut kemerdekaan kembali dengan senjata seadanya. Salah satu senjata yang paling ampuh itu,  adalah bambu runcing atau geranggang. Ya, senjata asli Indonesia yang bikin penjajah ketar-ketir ketakutan itu banyak diisi atau diisi kekuatan dari Blitar," ungkap Muhamad Mahatir

Mahatir mengatakan, dalam perang Surabaya, secara rasional pasukan kita tidak mampu melawan sekutu, karena persenjataan rakyat Indonesia sangat kalah jauh.

"Namun karena resolusi jihad NU mampu menjadi senjata paling ampuh dalam menggelorakan perlawanan dan keyakinan kuat para pasukan," katanya. Jumat (10/11)

Mahatir menjelaskan, di halaman rumah KH. Manshur Desa Kalipucung, Kecamatan Sanan Kulon dulu dijadikan sebagai pusat penggemblengan pasukan hizbullah dan senjata geranggang atau bambu runcing.

"Persenjataan disepuhkan dan diisi oleh Kyai Mansyur yang juga guru dari Gus Maksum (Pendiri Pagar Nusa) dan saudara dari KH. Abdul Karim Pendiri Ponpes Lirboyo "jelasnya

Ia juga menambahkan, proses penyepuhan bambu runcing  adalah dengan cara bambu runcing dikumpulkan dan diberi nama-nama sesuai pemiliknya kemudian dibacakan doa kepada Allah SWT agar bambu runcing tersebut dapat memiliki kekuatan luar biasa,"jelasnya

Bahkan ribuan pejuang yang akan berjuang di medan perang berjejer dan berbaris untuk disuwuk oleh Kiai Mansyur terlebih dahulu.

"Bahkan Bung Tomo beserta pasukannya pernah sowan ke kediaman Kiai Mansur untuk diisi kekebalan, serta memohon doa restu untuk berjuang di medan perang," pungkasnya

Reporter : Nanang Habibi
Editor :
Berita 2
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Lelang Molor, Komisi 3 DPRD Trenggalek Dibuat Pusing

Komentar Anda