UniqMag
spece

Pengelolaan Kopi, Kabupaten Jember Masih Kalah dengan Bondowoso

berita terkini
Anggota DPRD Jawa Timur, Miftahul Ulum
Berita 1

JEMBER,(suarajatimpost.com) – Kabupaten Jember harus diakui, masih kalah dengan Kabupaten Bondowoso dalam pengelolaan kopi. Tidak hanya itu, kabupaten tersebut bukan hanya dikenal dengan kota tape, tetapi sudah memproklamirkan diri sebagai kabupaten 'Republik Kopi'.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh anggota DPRD Jawa Timur, Miftahul Ulum, saat menghadiri launching kopi café point di Jember, Jumat (24/11/2017).

Menurut Ulum, Kabupaten Jember banyak memiliki potensi yang cukup tinggi untuk dikelola. Namun, sampai saat ini diakuio masih kalah dengan Kabupaten Bondowoso.

“Tetangga Bondowoso, Jember juga tidak kalah sebenarnya. Ada kopi Kayangan. Bahkan di Jember juga ada pusat penelitian kopi. Ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dengan melakukan kerja sama. Sehingga kopi Jember juga bisa dikenal oleh daerah-daerah yang lain,” kata Ulum.

Wakil Rakyat yang juga ketua DPC PKB Jember ini menilai, sejauh ini pemerintah daerah belum maksimal dalam mengembangkan potensi kopi. Termasuk dalam menggandeng pihak swasta untuk terlibat dalam pengolahan dan pemasaran.

“Potensi kopi yang kita punya, mestinya bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah. Apalagi masyarakat kita, petani kopinya luar biasa. Kalau dimanfaatkan secara maksimal bisa menjadi potensi devisa daerah yang luar biasa,” kata

Padahal, lanjut dia, kemungkinannya sangat besar dan dampaknya juga sangat luar biasa apabila sektor komoditi kopi tersebut diseriusi.

"Apalagi di Jember ini ada puslit kopi dan kakao. Saya yakin puslit akan sangat terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Deputy Branch Manajer PT Indomarco Prismatama Cabang Jember, Lukman Suroko menyatakan, pihaknya sangat siap untuk mengembangkan potensi kopi yang ada di Jawa Timur, khususnya di Jember. Bahkan, di sejumlah gerai Indomaret, selama ini sudah ada kopi yang disiapkan dengan berbagai macam varian.

“Hari ini kita tambah varian baru kopi barista, namanya point café. Dan ini juga menambah lapangan pekerjaan baru, karena konsumen dilayani langsung oleh peraciknya. Tidak diproduksi oleh mesin semata,” kata Lukman.

Lukman menambahkan, kedepannya, pihaknya siap untuk menampung kopi lokal, khususnya dari Jember untuk masuk gerai Indomaret. Sebab ini juga bagian dari program Indomaret untuk menampung produk-produk lokal agar bisa dijual ke konsumen. “Ke depan kita bisa bersinergi,” tandas Lukman.

Meski menjual kopi yang disuguhkan di tempat, Lukman menegaskan pihaknya tidak membuka tempat khusus semacam kafe. Ini bertujuan agar konsumen bisa menikmati kopi yang disuguhkan di mana saja.

“Tidak ada niatan untuk membuka kafe khusus, tetap seperti biasa. Kita siapkan kopi yang siap diminum dan bisa dinikmati di mana saja,” pungkas Lukman.

Reporter : Imam Khairon
Editor :
Berita 2
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Gasak Motor Saat Buka Puasa, Pria Bertato asal Lumajang Nyaris Dihakimi Warga Jember

Komentar Anda