UniqMag
spece

Dua Pengedar Pil Dobel L Diringkus Polres Ponorogo

berita terkini
Kapolres Ponororogo AKBP Harun Yuni Aprin menunjukkan BB Pil Dobal L
Berita 1

suarajatimpost.com

01/08/2016

PONOROGO - Jajaran Satres Narkoba Polres Ponorogo berhasil meringkus seorang pemuda yang kedapatan sedang melakukan transaksi narkoba jenis Pil Dobel L di sebuah warnet di jalan Semeru, kelurahan Nologaten dan seorang pemuda di sebuah rumah kos di jalan Barong, kelurahan Kertosari, kecamatan / Kabupaten Ponorogo.

"Kedua pelaku ini kita ringkus di waktu dan tempat berbeda. Tersangka berinisial S (34) warga Jalan Biak, Kelurahan Banyudono, kita ringkus pada Kamis (28/07) saat transaksi di sebuah Warnet dan tersangka NA (21) warga jalan Juru Mertani, Kelurahan Kadipaten, kita ringkus di sebuah rumah kos di jalan Barong pada, Rabu (27/07)," ujar Kapolres Ponorogo AKBP Harun Yuni Aprin dalam Press Release di Mapolres Ponorogo, Senin (01/08).

Lebih lanjut Harun mengatakan bahwa dari penangkapan kedua tersangka ini, pihaknya juga berhasil mengamankan puluhan barang bukti narkoba jenis Pil Dobel L yang siap diedarkan.

"Dari tersangka S, kami brhasil mengamankan tiga linting kertas grenjeng yang masing-masing berisi delapan butir Pil Dobel L, satu bekas bungkus rokok berisi 18 linting kertas grenjeng yang masing-masing di dalamnya berisi 8 butir pil Dobel L," terangnya.

Selain itu dari tangan NA, Polisi juga berhasil mengamankan sebuah kantong blastik yang berisi 32 butir pil dobel L, satu tas warna hitam berisi satu bekas bungkus rokok yang didalamnya berisi delapan linting kertas grenjeng yang masing masing berisi delapan butir pil dobel L siap edar.

"Kedua tersangka ini mendapatkan barang haram tersebut secara online dengan membayar DP dulu. Dan setelah barang datang mereka baru melunasinya," papar Harun.

Atas perbuatanya, kadua tersangka ini dijerat dengan pasal 196 UU RI No. 36 tahun 2019 tetang kepemilikan barang barang kesediaan farmasi tanpa standart dan oersyaratan keamanan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak satu milyar.(*)
 

Reporter : Zaenudin
Editor :
Berita 2
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Dianggap Merusak Bangsa, Aksi 22 Mei Mendapat Kecaman Dari Ketua MUI Pasuruan

Komentar Anda