UniqMag
Diknas Jombang

Seorang Ahmad Dhafir di Mata Masyarakat Bondowoso

berita terkini
Calon Biupati Bondowoso, Ahmad Dhafir saat mengemudi bus bersama masyarakatnya
Berita 1

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Semakin mantabnya pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso Ahmad Dhafir-Hidayat melenggang di pertarungan pilkada tahun 2018, banyak penilaian terlontar kepadanya.

Tidak terkecuali bagi masyarakat bawah. Dhafir dikenal sebagai sesosok pemimpin yang sederhana, apa adanya, dan dekat dengan rakyat.

Seperti yang disampaikan oleh Dulbaki (54)warga Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan Bondowoso saat dikonfirmasi suarajatimpost.com, Minggu (04/02/2018) siang, di sekitar lokasi deklarasi.

Menurutnya, walaupun dirinya berasal dari masyarakat bawah, Bagi seorang Dulbaki,  sangat mudah menemui Dhafir  tanpa harus melalui ajudan dan aturan.

“Bagi saya, seorang Dhafir adalah sesosok yang pantas memimpin Kabupaten Bondowoso. Mengapa? Jika masyarakatnya butuh kita bisa datang langsung dan beliau siap mendengarkan. Karena saya tau dia juga dari masyarakat bawah, disuruh apapun dia bisa,” bebernya.

Diakui Dulbaki, dirinya mengaku masih belum menemui sesosok pejabat atau wakil rakyat, baik di Bondowoso maupun diluar kabupaten seperti dia.

“Biasanya harus ngisi buku tamu dulu, buat agenda tertulis. Ini tidak, andai dia ada salah masyarakat bisa langsung  datang ke wisma. Kapan saja dan ditelpon 24 jam pasti mengangkat siapapun dan dari latar belakang apapun dia,” paparnya.

Bagi Dulbaki, pasangan Dhafir-Dayat adalah harapan yang dinanti masyarakat Bondowoso. Sehingga, dirinya bersama keluarga terpanggil siap mendukung dan memenangkannya.

“Seandainya ada tudingan-tudingan miring terhadap Dhafir, itu saya anggap wajar dalam pertarungan politik. Tapi, diisukan bagaimanapun masyarakat tidak akan terpengaruh. Karena kita sudah tau langsung siapa dia, bukan karena mau mencalonkan, jauh sebelum mencalonkan dia tetap seperti itu Dhafir yang saya kenal,” tegasnya.

Senada juga disampaikan oleh Budianto (45) salah seorang pedagang padi di Bondowoso. Bagi dia, Dhafir adalah sahabat rakyat.

“Mengapa saya katakanya sahabat rakyat. Dia dikenal langsung oleh rakyat, dan mau turun kepada rakyat. Dia tidak pernah membedakan, baik itu orang miskin, Kiai, Bangsawan, Pejabat , Aparat semua sama. Bagi saya dia layak itu saja,” ujarnya.

Diakhir komentarnya dirinya berharap, masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang akan membawa masyarakat pada perpecahan.

“Andai kita beda pilihan, itulah demokrasi. Yang penting sama-sama saling menghargai karena itu adalah hak kita masing- masing,” pintanya.

Reporter : Imam Khairon
Editor : Winzani
Berita 2
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Kasihan, Wanita Ini Lahirkan Bayi Mungil Saat Jadi Penghuni Lapas Kelas II B Tulungagung 

Komentar Anda