UniqMag
Diknas Jombang

Cerita Penjual Onde-onde Depan RSD Kalisat Jember

berita terkini
Bapak Ulfa saat menjual kue Onde-onde di RSD Kalisat
Berita 1

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Terlihat seorang bapak mengenakan kopyah dan dikombinasi baju cokelat. Di depannya terpajang kaca etalase ukuran 30 sentimeter berisi kue. Mantap menyanggul tas kecil, entah apa isi didalamnya.

Dia bernama Bapak Ulfa. Warga Sumberketempah, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Seperti inilah aktivitas rutin yang dilakukannya setiap pagi.

Bisa dipastikan, bapak 3 orang anak ini  ada di pinggir jalan raya depan Rumah Sakit Daerah Kalisat untuk menjual kue onde-onde yang dia produksi sendiridi rumahnya.

Dengan mengenakan sarung, dia begitu percaya diri dan sapaan senyum, menawarkan kepada pejalan kaki yang lewat keluar masuk rumah sakit.

Kata dia, setiap harinya bisa mampu menghabiskan 300 Onde-onde . Dimuli dari Jam 06.00 sampai jam 10.00 Wib melayani pembeli.

Menurutnya, profesi ini dijalaninya sudah puluhan tahun lebih, sejak ke tiga anaknya masih kecil sampai sekarang sudah berkeluarga tetap melakoni sebagai penjual kue.

“Dulu, saya hanya menjajakan ke rumah-rumah dnegan jalan kaki (penjual kue keliling). Ya menjualkan punya juragan saya hanya mengambil persentase. Sekarang, saya beranikan diri memproduksi sendiri, alhamdulillajh lumayan, yang mau jalan kaki sudah tidak kuat lagi,” katanya.

Harga yang ditawarkan tidak mahal, cukup Rp 1000 saja. Kita bisa amenikmati Onde-onde yang berbahan ketan yang masih garing itu.

“Onde-onde saya ada dua macam. Ada yang istimewa harganya Rp 1500 Saat digigit renyah dan Kenyal kentang danisinya kupas kacang ijo juga  tidak cepat basi. Kalau yang harga Rp 1000 bahannya Cuma dari ketan dan tepung,” jelasnya.

Sambil duduk bersila diceritakannya, sejak menajalni perkerjaan menjual kue itu, dia mampu menghidupi keluarga dan menyekolahkan salah seorang anaknya hingga bangku kuliah.

“Sekarang, dia sudah jadi guru. Jadi, pekerjaan bapak ini tidak bisa lepas dari perjalanan sejarah. Saya tetap bangga menjadi penjual kue sampai saat ini,” paparnya.

Bapak yang mulai memasuki usia senja ini bermimpi, ingin terus mengembangkan usahanya agar bisa besar di masa tuanya.

“Kendalanya modal. Kalau ada yang bisa modali saya, saya jamin kue garapan saya tidak akan kalah dengan yang ditawarkan di pasar-pasar, “ ujarnya.

Rejeki nomplok, lanjutnya, apabila ada pesanan untuk acara –acara rapat atau walimah. Bisa mencapai 1000 kue.

“Kalau ada walimah biasanya pesan sampai 1000 kue atau acara rapat juga pesan banyak. Nikmati saja profesi ini, disyukuri,“ lirihnya.

Sampai saat ini, dia sangat menyayangkan banyaknya pengangguran para pemuda hingga tak mendapat pekerjaan.

"Tuhan memberikan rejeki itu sangat luar biasa. Pemuda sekarang yang terbanyak itu gengsinya, malunya, padahal dari profesi saya ini lumayan penghasilannya. Banyak pemuda yang saya suruh jual tidak ada yang mau, alasannya gengsi," katanya sambil tersenyum.

Dirinya berharap, ada pihak-pihak yang mau menawarkan dirinya bekerjasama atau tanam modal. Untuk mengembangkan usaha yang dirintisnya itu.

Jika anda penasaran atau ingin menikmati Onde-onde Bapak Ulfa, silahkan  datang pagi hari di depan RSD Kalisat, pasti akan menjumpai di sana.

Reporter : Imam Khairon
Editor :
Berita 2
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Korban Meninggal KM Arin Jaya Sumenep Terus Bertambah, Jumlah Terakhir 21 Orang

Komentar Anda