UniqMag
spece

Berkunjung ke Lumajang, Khofifah 'Disuguhi' Keluhan Soal Ekonomi

berita terkini
Khofifah Indar Parawansa saat bersama seorang pengrajin krupuk
Berita 1

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) - Khofifah Indar Parawansa, sosok perempuan yang akrab dengan sapaan Khofifah, disuguhi mengeluarkan orang-orang yang membahas masalah ekonomi (ekonomi) saat melakukan salah satu sentra indutri krupuk di Dusun Joho Desa / Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Jum'at (6/4).

Pantauan media ini, identitas yang terjadi dan dikeluhkan warga khususnya di wilayah-wilayah tersebut yang tidak menentu.

Abdul Rohim, salah satu pengrajin krupuk yang diberi bahasa wawancarai ini mengatakan, sembari semisal ada bantuan, ia akan meningkatkan fasilitas untuk paguyuban.

"Sekali lagi harganya bisa sama, dan pengrajin atau petani krupuk ini bisa berhasil," ucapnya. 

Masih kata dia, saat ini diwilayahnya yang tergolong sama sebidang usaha, harga jual tidak merata. Ada yang menjual dengan harga 11rb, ada yang 12rb, ada juga yang 13rb dalam satu kilo gramnya. 

"Dalam sehari teman-teman itu bisa mengahsilkan minimal 1 kwintal krupuk. Ada juga yang mencapai 4 kwintal, akan tetapi harga di sini tidak merata," kata dia. 

Sementara Khofifah, mantan Mentri Sosial yang saat ini mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jatim di pemilu akan datang, pasca berbaur dengan warga ia mengaku telah bisa menyaring apa yang dirasa dan diharapkan.

"Yang mereka sampaikan antara lain kenaikan harga bahan yang berkaitan dengan industri salah satunya bawang putih. Ini menurut Mereka merupakan kenaikan tertinggi selama mereka menjadi pengrajin atau pelaku industri rumahan di Pasirian ini," ucapnya. 

Lebih lanjut ia berkata, ketika ada kenaikan bahan baku, pedagang kesulitan menaikkan harga jual barang dagangan hasil industrinya. 

"Beberapa industri rumahan disini mulai tutup, maka agar bisa bertahan mereka berharap ada kebersamaan, ada kolektifitas ada asosiassi paguyuban yang tadi sudah saya sampaikan dan saya usul koperasi saja," tuturnya.  

Menurut dia, jika ada koperasi yang mewadahi didaerah ini, akan menjadi media untuk memproteksi mereka sehingga harga bisa diakomodir secara kelompok. 

"Ini bisa menjadi bagian dari format komunal branding dalam artian ini menjadi produk komunal banyak industri rumahan pengrajin krupuk disini nanti bisa satu merk, berstandart harga juga berstandart, karena pantauan juga ada yang membanting harga, jika ada yang seperti ada yang modalnya kecil maka berjalan lama, "pungkasnya. 

Reporter : Hermanto
Editor : Winzani
Berita 2
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Dianggap Merusak Bangsa, Aksi 22 Mei Mendapat Kecaman Dari Ketua MUI Pasuruan

Komentar Anda