UniqMag
spece

Di Jember, Petulo Kuah Masih Banyak Diminati

berita terkini
Putu Mayang atau Petulo Kuah khas Kalisat Jember
Berita 1

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Bagi anda penikmat kuliner, rasanya tidak  asing jika mendengar kata putu mayang atau bahasa masyarakat Kabupaten Jember menyebutnya petulo kuah.

Selain warnanya yang beraneka ragam tentu menarik perhatian. Kue putu mayang  biasanya dihidangan yang dapat dijadikan makanan buka puasa.

Kue jenis basah, berbentuk seperti untaian benang kusut beraneka warna yang disantap dengan kuah gula merah atau putih biasanya dijual dipasar-pasar tradisional di sekitar Kabupaten Jember.

Meski cukup mudah untuk mendapatkannya di penjual kue ini, tetapi anda tidak akan menemukan rasa khas yang ada di Kabupaten Jember ini.

Kue basah berwarna-warni ini sangat mudah dibuat. Teksturnya lembut kenyal yang enak disantap dengan kuah santan yang manis. Tidak harus hangat, kue putu mayang juga enak disajikan dingin-dingin. 

Untuk membuat resep putu mayang ini, Anda memerlukan cetakan khusus. Cetakan putu mayang berbentuk tabung besi sepanang 30cm dengan diameter 10 cm.

Satu ujung cetakan, terdapat lobang-lobang tempat keluarnya adonan, sedangkan disisi yang lain berlobang penuh, tempat anda memasukkan adonan dan tongkat penekannya.

Tidak jarang, masyarakat banyak mengembangkan usaha bisnis kuliner ini untuk membantu ekonomi keluarga.

Seperti yang dilakukan oleh Fatim (43), Warga Desa Glagahwero Kecamatan Kalisat kabupaten Jember. Bisa dipastikan setiap pagi hari sampai siang,

Dengan meja sederhana ukuran 1x2 meter, dirinya menggelar barang dagangannya (putu maya) untuk dijual kepada pengendara yang lewat.

“Lumayan, setiap harinya saya bisa mendapatkan laba bersih Rp 100.000 per hari. jaanan ini sangat diminati oleh masyarakat di sini. Bisa dipastikan jam 10.00 WIB habis terjual,” tuturnya, Sabtu (07/04/2018) pagi.

Kata Fatim, untuk membuat kue ini, sangatlah mudah dan bahan-bahannya semua hampir tersedia di setiap toko.

“Yang membedakan rasanya adalah bagaimana mengolahnya. Kalau punya saya, biasanya dicampur dengan nangka atau durian. Katanya pembeli itu yang membuat istimewa,” ujar Fatim menjelaskan.

Anda penasaran, silahkan datang dan mencoba. Dijamin anda ketagihan dan ingin mencobanya lagi.


 

Reporter : Imam Khairon
Editor :
Berita 2
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Dianggap Merusak Bangsa, Aksi 22 Mei Mendapat Kecaman Dari Ketua MUI Pasuruan

Komentar Anda