UniqMag
spece

Harga Telur Naik, Kapolres Jember Lakukan Sidak

berita terkini
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo bersama Kepala Disperindag Kabupaten Jember Anas Ma'ruf sidak harga telur di Pasar Tanjung, Jember
Berita 1

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Pantau kenaikan harga telur di Kabupaten Jember Satgas Pangan Kabupaten Jember melakukan sidak langsung ke pasar. 

Diduga kenaikan harga telur tersebut karena pengaruh cuaca ekstream dan harga pakan ternak yang mahal.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo usai melakukan sidak di Pasar Tanjung, Jember mengatakan, setelah beberapa waktu lalu pihaknya mengetahui kenaikan harga bahan pokok telur di pasaran.

Dirinya bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jember, melakukan sidak ke sejumlah pasar. 

"Harga telur ayam pada saat lebaran kemarin, awalnya Rp 21 ribu,  kemudian 2 minggu setelah hari raya (harganya) naik menjadi Rp 25 - 26 ribu. Sehingga kami melakukan pengecekan ke peternak,  dan kemudian kita lanjutkan ke pasar tanjung," ujar Kusworo, Kamis (19/7).

Ia menjelaskan, kenaikan harga telur tersebut diduga karena larangan penggunaan pakan ayam yang mengandung anti biotik, oleh pemerintah, yang berdampak pada hasil telurnya jika dikonsumsi manusia. 

"Akibatnya berpengaruh pada kurangnya stok telur dipasaran, karena produktifitasnya (menghasilkan telur)  sedikit. Kedua karena pengaruh cuaca ekstream, karena saat siang panas sekali, dan kalau malam (suhu lingkungan)  bisa sampai 20 derajat," ungkpnya. 

Kondisi inilah yang menyebabkan harga telur dipasaran meningkat, katanya, meskipun sudah melewati masa-masa hari besar keagamaan. 

Namun setelah dilakukan sidak ke sejumlah pasar, saat ini kondisi harga telur di pasaran berangsur turun, karena stok telur di pasaran mulai stabil. 

"Dari yang sebelumnya per kilogram hrgnya Rp 25 ribuan, kini menjadi turun Rp 22 - 23 ribu," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Jember Anas Ma'ruf menyampaikan,  sebagai alternatif akibat pakan ternak tersebut yang kini dilarang oleh pemerintah. Kini dilakukan penggunaan pakan ayam herbal.

"Namun karena pakan ternak itu diimpor dari luar negeri, pengaruh nilai jual (mata uang) dolar terhadap rupiah juga berpengaruh.  Sehingga jika pakan ternak mahal, maka harga daging ataupun telur juga sama (mahal)," tandasnya. 

Namun saat ini sudah mulai berangsur normal. 

"Sehingga stok pun juga berangsur meningkat, dan kebutuhan konsumen terkait daging atau telur juga kembali terpenuhi," tuturnya. 

Reporter : Muhammad Hatta
Editor : Ismi Fausiah
Berita 2
Berita Sebelumnya Untuk Jaga Lingkungan, Ratusan Benih Ikan Dilepas di Sungai Bekti Harjo Tuban
Berita Selanjutnya Dianggap Merusak Bangsa, Aksi 22 Mei Mendapat Kecaman Dari Ketua MUI Pasuruan

Komentar Anda