UniqMag
spece

Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep

berita terkini
Gundukan pasir yang muncul misterius di Pulau Giliraja
Berita 1

SUMENEP, (suarajatimpost.com) - Dibalik keindahan gundukan pasir yang muncul baru-baru ini di Perairan Pualu Gili Raja Desa Banmaleng, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep ternyata menyimpan sejarah klabu.

Konon banyak warga yang meninggal karena letusan benda yang diduga bom peninggalan belanda di tumpukan karang di gundukan pasir itu.

Salah satu keluarga korban bernama Wasil masih mengingat peristiwa tersebt. Baginya peristiwa ledakan benda itu tidak bisa hilang dari benaknya. Sebab, ayahnya yang bernama Wahdi ikut jadi korban ledakan yang terjadi sekitar tahun 1985 itu. 

"Saat itu (peristiwa terjadi) saya masih sekolah MI (setara sekolah dasar)," jelasnya.

Sejarahnya kata Wasil gundukan pasir itu diduga menjadi tempat sandarnya kapal milik belanda. Hal itu dibuktikan adanya bangkai kapal yang ada di dekat gundukan pasir.

Namun, saat ini bangkai kapal itu sudah tidak ada. Karena puluhan tahun silam kapal itu diambil oleh warga. Warga mengambil benda itu dengan cara digergaji. 

"Diambil untuk dijual. Karena bahannya sebagian terbuat dari kuningan. Harganya mahal. Hitung-hitung untuk menyambung hidup," jelasnya. 

Setelah badan kapal tidak ada, warga menemukan benda seperti meriam. Lokasinya berada disebelah timur laut diatas gundukan pasir. 

Awalnya warga beranggapan jika benda tersebut bagian dari bangkai kapal. Warga berbondong-bondong untuk mengambilnya karena dianggap mempunyai nilai tawar tinggi jika dijual.

Warga mengambil barang itu dengan cara digergaji layaknya mengambil bangkai kapal sebelumnya. Namun, sebelum putus benda itu mengeluarkan udara. Melihat peristiwa itu, sekumpulan warga lari ketakutan.

Selang beberapa detik kemudian, benda itu meledak. Sehingga 11 orang dan tiga perahu hancur terkena serpihan benda yang diduga peninggalan belanda. 

"Pokoknya semuanya hancur. Tidak ada yang selamat, termasuk perahunya juga hancur," kisahnya.

Senada dikatakan oleh Sigit tokoh masyarakat Desa Banbaru. 

"Famili saya juga ada yang menjadi korban," katanya. 

Setelah peristiwa itu terjadi, jarang warga berkunjung pergi ke gundukan tersebut. Karena dianggap lokasi yang berbahaya.

Anehnya, kata Sigit sejak beberapa tahun lalu gundukan itu hanya tumpukan karang laut. Namun sejak beberapa tahun lalu tiba-tiba dipenuhi pasir berwarna putih.

"Itu fenomena alam. Sekarang sudah banyak pasirnya. Sehingga warga terkadang mengunjungi lokasi itu," tegasnya.  


Reporter : Hairul Arifin
Editor : Winzani
Berita 2
Berita Sebelumnya Ini Sederet Keindahan Pulau Misterius di Tengah Laut Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Dianggap Merusak Bangsa, Aksi 22 Mei Mendapat Kecaman Dari Ketua MUI Pasuruan

Komentar Anda