UniqMag
spece

Pasutri Lansia asal Jombang ini Hidup dalam Keterbatasan

berita terkini
Mbah Rifai dan Mbah Sukimah yang tinggal dirumah tak layak huni dengan kondisi sakit
Berita 1

JOMBANG, (suarajatimpost.com) - Mbah Rifai (90) dan Mbah Sukimah (70) asal Dusun Mulangagung Desa Murukan Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang. Harus berjuang hidup di masa tuanya. Ayang pernah dirawatnya meninggalkannya dan tidak pernah menemui.

Diketahui mereka berdua hidup dengan tinggal di istana yang sangat pantas dengan bangunan yang sangat kokoh, itu balikannya, alias tinggal dirumah dari bambu yang tidak layak huni dan bangunan rumah tersebut berdiri diatas tanah milik orang lain, lebih ironisnya mereka berdua sekarang sakit sakitan. Mbah Rifai sakit Hernia, dan Mbah Sukimah menderita lumpuh kaki namun masih bisa berjalan walau merayap.

Dari pantau tim suarajatimpost.com, mereka berdua tidak mempunyai anak, dan akhirnya mereka memutuskan untuk merawat seorang putri orang lain, namun berjalannya waktu ketika menginjak dewasa orang tua kandung anak tersebut mengambilnya kembali, sekarang hanya ditinggal berdua dirumah dari bambu dan tanahnya dipinjami warga yang merasa iba pada mereka berdua.

"Kulo ora duwe anak (saya tidak punya anak), biyen tau ngerawat anak tapine arep rabih balik  karo wong tuone kandunge (dulu pernah merawat anak tapi begitu mau menikah balik ikut sama orang tua kandungnya), niki kulo urip piyambek kale bojo kulo, tanah niki mung ngampel ( ini saya hanya hidup berdua sama istri, tanah ini dipinjami saja," terang Mbah Rifai. Jumat, 3/8/2018.

Bukan hanya itu saja, Mbah Sukimah istri Mbah Rifai, juga mengatakan dalam bahasa jawa, kalau dirinya pernah memiliki tanah juga rumah, namun dibeli sama orang tua anak yang dirawat dengan harga sekitar Rp 6 juta 500ribu berikut bangunannya.

"Biyen duwe omah dewe disusuk i wong tuone anak seng tak ramut eling ku 6,5 jutanan (dulu punya rumah sendiri di ganti sama orang tua kandung yang saya rawat sekitar 6,5 jutaan)," tutur Mbah Sukimah.

Mbah Sukimah mengatakan bahwa suaminya (Mbah Rifai,red) menderita sakit Hernia dan dirinya sakitnya sulit jalan karena dirinya mempunyai darah tinggi dan pernah jatuh yang akhirnya buat jalan pun sulit karena terasa sakit.

"Kulo nate tibo, sak niki kaki kulo loroh nek damel mlampah, lah Mbah kakung nge, riyen pendamelane mbecak kale ngeresik i masjid, sak niki mbah e, nggeh sakit hernia, kulo mung pasrah kalean Gusti Alloh ndungo mawon niki pun dados takdir. (Saya pernah jatuh kalau sekarang buat jalan saja sakit, mbah kakung (suami,red) dulunya bekerja sebagai tukang becak sama membersihkan Masjid sekarang tidak kuat lagi, sekarang juga suami saya sakit hernia, saya hanya berdoa sama Allah saja mungkin itu sudah suratan takdir)," kata mbah Sukimah dalam bahasa jawanya.

Dilain tempat kepala Desa Murukan Kecamatan Mojoagung, Yatimah, mengatakan bahwa Mbah Rifai dulunya rajin bersih bersih masjid dan memang benar dulu perma merawat anak orang lain.

"Menurut cerita warga memang Mbah Rifai dan Mbah Sukimah pernah merawat anak orang lain, tapi bukan di desa sini, desa sebelah, kalau Mbah Rifai waktu masih kuat dia rajin bersih bersih masjid saya sangat salut sama beliau," terangnya.

Ditanya soal kesejahteraan Mbah Rifai bersama istrinya yang merupakan lansia yang berhak mendapatkan perhatian khusus, ia mengatakan bahwa perma diajukan untuk bedah rumah namun tanahnya yang tidak ada kalau kebutuhan sehari hari biasanya tetangga suka membantu kasih makan.

"Kita pernah mengajukan bedah rumah untuknya, namun tanahnya harus punya sendiri, sekarang kita bersama perangkat masih mencari solusi, kalau makan biasanya tetangga juga warga yang dekat suka membantu, kadang saya juga mampir kerumahnya untuk melihat kondisinya," ungkap Kepala Desa Murukan.

 

Reporter : Hariyanto
Editor : Ismi Fausiah
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Dianggap Merusak Bangsa, Aksi 22 Mei Mendapat Kecaman Dari Ketua MUI Pasuruan

Komentar Anda