UniqMag
spece

Cara Sehat Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban

berita terkini
Foto Ilustrasi
Berita 1

MALANG, (suarajatimpost.com) - Bak ada gula ada semut, setiap Idul Adha ada daging kurban yang dipotong. Termasuk pada Idul Adha tahun 2018 kali ini.

Ratusan bahkan ribuan daging kurban disembelih dan dagingnya dibagi-bagikan kepada masyarakat. Kendati demikian, banyak yang khawatir mengonsumsi daging kurban dengan alasan obesitas dan alasan kesehatan lainnya.

Situs aladokter.com menyebutkan daging kurban khususnya sapi memiliki kadar protein dalam tubuh yang tinggi. Selain protein, daging sapi juga mengandung lemak. Tingginya kadar lemak dalam tubuh akan meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan terjadinya obesitas.

Dalam artikel yang ditinjau oleh Medical Editor alodokter.com Dr. Kevin Adrian Djantin, cara menyimpan dan memasak daging sapi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas protein daging sapi.

"Jika ingin memasak daging sapi, disarankan untuk memanggangnya atau merebusnya, bukan menggoreng," tulis Kevin Adrian.

Kendati ingin menggoreng, ia sarankan menggunakan minyak yang baik untuk kesehatan jantung seperti minyak bunga matahari, minyak kanola, minyak kedelai, atau minyak zaitun. 

"Masak daging sapi dalam penggorengan, oven, atau air bersuhu setidaknya 71 derajat Celcius untuk membunuh bakteri," tulisnya lagi.

Bila ada ingin menyimpan daging kurban, disarankan untuk di kulkas bersuhu 1 derajat Celcius atau difreezer bersuhu -18 derajat Celcius segera setelah memperoleh daging tersebut.

Ini berguna untuk menjaga daging tetap segar, mempertahankan nutrisi daging sapi, dan memperpanjang umur simpan makanan.

"Daging sapi mentah sebaiknya hanya disimpan selama satu atau dua hari. Sedangkan daging sapi masak, dapat bertahan selama tiga hingga empat hari," tegasnya.(Sammy)

Reporter : Redaksi
Editor : Winzani
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Kabupaten Sumenep Raih WTP, Ini Kata Bupati Busyro Karim

Komentar Anda