UniqMag
spece

Guru Olahraga di Jombang Cabuli Muridnya Berkali-kali

berita terkini
Kasat Reskrim Polres Jombang menunjukan tersangka pada awak media.
Berita 1

JOMBANG, (suarajatimpost.com) - Kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru terhadap anak didiknya kembali terjadi di Kota Santri Jombang.

Kali ini dilakukan oleh Kustiawan, guru olahraga SDN Brudu, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang kepada 2 muridnya. 

Namun aksi tersebut baru diketahui setelah korban sudah masuk SMP yang awal mula cerita ketemannya.

"Perkara ini awalnya diketahui dari korban yang sudah dilakukan pencabulan, dia cerita pada temannya kemudian temannya cerita pada orang tua korban," kata AKP Gatot selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, Selasa (9/10/2018).

Masih keterangan AKP Gatot, dari cerita temannya, orang tua korban langsung menanyakan pada anaknya ternyata anaknya mengaku kalau benar dicabuli oleh guru olahraganya.

"Selanjutnya korban di tanyai tentang apa yang dialami ternyata benar dia mengaku bahwa si korban dicabuli oleh guru olahraganya," terangnya.

Modus daripada terlapor yang berstatus PNS sebagai guru olahraga mencabuli muridnya dengan berbagai cara bagaimana terlapor bisa mencabuli korbannya yang tidak lain masih anak didiknya.

"Modusnya macam macam ada suatu ketika korban disuruh mengambil sesuatu ruang UKS, setelah korban masuk keruang UKS diikuti sama tersangka, dan sampai di dalam pintunya di kunci kemudaian di telanjangi dan dicabuli oleh tersangka. Ada juga modusnya pura-pura dua Jatim main catur terus ujung ujungnya dicabuli juga," papar Gatot.

Kemungkinan terlapor melakukan aksinya puluhan kali itu terjadi semenjak bulan Maret 2017 dan korban tidak berani bercerita kemungkinan ada ancaman atau tekanan dari terlapor.

"Untuk korban dicabuli 9 kali ada yang 10 kali itu terjadi dalam kurun waktu mulai bulan 3 tahun 2017," ungkap Kasat Reskrim.

Sementara jumlah korbannya yang melapor ke Polres Jombang ada 2 orang murid mungkin bisa lebih dan masih dilakukan penyelidikan yang lebih mendalam.

"Barang bukti berupa pakaian dan visum karena walau tidak disetubuhi. Korban kelaminnya dimasukan barang," tutur AKP Gatot saat jumpa pers.

Atas perbuatannya terlapor di jerat pasal 82 Undang undang perlindungan anak ancaman lebih 5 tahun.

 

Reporter : Hariyanto
Editor : Ananda Putri
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Gasak Motor Saat Buka Puasa, Pria Bertato asal Lumajang Nyaris Dihakimi Warga Jember

Komentar Anda