UniqMag
spece

Gara-gara Daging Ayam, Inflasi Kota Malang Bulan Oktober Tembus 0,30 Persen

berita terkini
Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Malang, Dwi Handayani Prasetyowati
Berita 1

MALANG, (suarajatimpost.com) -  Salah satu pendorong inflasi terbesar di bulan Oktober adalah dari kelompok pengeluaran -1 produk pangan khususnya daging ayam.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) kota Malang menunjukkan, angka inflasi Malang berada pada angka 0,30 persen. Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS kota Malang, Dwi Handayani Prasetyowati mengatakan, inflasi kali ini merupakan inflasi paling tertinggi bila dibandingkan dengan wilayah lainnya di Jawa Timur (Jatim).

"Oktober ini kita alami inflasi 0,30 persen, ini terjadi karena inflasi bahan pangan terutama dari daging ayam ras mengalami kenaikan 7,12 persen," kata Dwi Handayani dalam keterangan persnya di kantor BPS Kota Malang, Kamis (01/10)

Lebih lanjut ia sampaikan, naiknya harga daging ayam di Malang karena banyaknya permintaan dari masyarakat.

"Kemungkinan karena banyak mahasiswa di Malang yang suka makan daging ayam," katanya diikuti gelak tawa awak media

Selain daging ayam, dari kelompok pengeluaran -1 ada pula cabe merah yang mengalami kenaikan harga 17,82 persen serta cabe rawit yang meningkat sebanyak 13,24 persen.

Tak hanya itu, dari kelompok pengeluaran -2 kali ini memberikan dampak inflasi yang sangat kecil. Transportasi misalnya hanya memberikan dampak sebesar 0,12 persen, sementara kesehatan dan pendidikan berada pada angka 0,00 persen.

Mengenai kenaikan harga pangan yang tinggi, Dwi menjelaskan, kenaikan tersebut terjadi karena di bulan sebelumnya kota Malang mengalami deflasi yang cukup tinggi yakni sekitar -0,30 persen.

Kendati demikian, kabar baiknya adalah dari inflasi kalender kota Malang masih lebih rendah dibandingkan dengan Provinsi Jawa Timur.

"Inflasi kalender atau akumulasi tingkat inflasi dari Januari hingga Oktober di kota Malang sebesar 1,93 persen. Sementara Jawa Timur inflasi kalendernya itu mencapai 1,97 persen," katanya

Melihat tingginya angka inflasi yang dialami oleh kota Malang bulan Oktober ini, ke depan pihaknya mengusulkan agar pemerintah mampu mengontrol segala subsektor yang menjadi kantong inflas terbesar.

Sebagai informasi tambahan, inflasi di Jember pada bulan Oktober sebesar 0,24 persen, Banyuwangi 0,09 persen, Kediri 0,16 persen,  Probolinggo 0,20 persen, Madiun 0,18 persen, Surabaya sebesar 0,15 persen dan Jawa Timur 0,19 persen. Sementara Malang dengan angka inflasi yang sangat tinggi yakni sebesar 0,30 persen.

Reporter : Sammy
Editor : Ananda Putri
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Dianggap Merusak Bangsa, Aksi 22 Mei Mendapat Kecaman Dari Ketua MUI Pasuruan

Komentar Anda