UniqMag
Diknas Jombang

Siswa SD SMP Kabupaten Jombang Tiap Kamis Wajib Berdialog Bahasa Jawa

berita terkini
Ilustrasi (sumber google)
Berita 1

JOMBANG, (suarajatimpost.com) - Guna  mengingatkan siswa akan budaya dan bahasa Jawa agar tidak kalah dengan bahasa lainnya. Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang mengeluarkan surat  tentang kewajiban berdialog menggunakan bahasa Jawa tiap hari Kamis berlaku untuk siswa SD - SMP, mulai Semester II tahun ajaran pendidikan 2018- 2019.

Budi Nugroho, selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, mengatakan tercantum tanggal 29 oktober 2018, dikeluarkannya Surat yang ditujukan kepada kepala SD dan SMP untuk berdialog menggunakan bahasa daerah tiap hari Kamis.

"Tujuannya supaya bahasa jawa bukan selesai di pelajaran saja, tetapi benar-benar menjadi bagian budaya kita sejak lama," katanya Jum'at (02/11/2018).

Kebijakan wajib berbahasa jawa setiap seminggu sekali tersebut berangkat dari keprihatinan atas terkikisnya kemampuan generasi muda terhadap bahasa jawa. Dan mengimplementasi dari Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 19 Tahun 2014 tentang Mata Pelajaran Bahasa Daerah sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah atau Madrasah.

"Kita sangat prihatin, kita yang orang jawa banyak yang tidak bisa ngomong baik dengan bahasa jawa," tutur Budi.

Dari surat edaran tersebut bukan pelajar SD dan SMP saja yang berkewajiban menggunakan bahasa Jawa melainkan Guru serta pengelolaan sekolah harus menggunakan bahasa daerah.

"Pengawasan atas pelaksanaan kewajiban berbahasa jawa ini kita lakukan secara berjenjang. Tidak kaku karena ini persoalan membiasakan kembali tatakrama berbahasa," papar Budi.

Terpisah, Wiwin Sri Lestari salah satu Guru bahasa daerah SMP Negeri Sumobito sangat mengapresiasi dengan turunnya surat edaran yang mengharuskan siwa maupun guru satu minggu sekali untuk berdialog menggunakan bahasa daerah.

"Bagi kami itu kebijakan yang baik, saat ini memang tatakrama anak-anak siswa maupun orang tua dalam berbahasa Jawa, agak kurang baik," ringkas  perempuan yang suka dengan bahasa dan budaya daerah ini.

Reporter : Hariyanto
Editor : Ananda Putri
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Kasihan, Wanita Ini Lahirkan Bayi Mungil Saat Jadi Penghuni Lapas Kelas II B Tulungagung 

Komentar Anda