UniqMag
Diknas Jombang

Forum Kelompok Peduli Lingkungan Hidup Lumajang Akan Surati Presiden

berita terkini
Forum Kelompok Peduli Lingkungan Hidup Lumajang (FMPLHL) melakukan aksi sosialisasi tentang pengajuan kerugian sawah yang gagal panen
Berita 1

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) - Sejumlah warga yang mengatas namakan Forum Kelompok Peduli Lingkungan Hidup Lumajang (FMPLHL) melakukan aksi sosialisasi tentang pengajuan kerugian sawah yang gagal panen akibat penambangan yang dilakakukan oleh mantan Kades Haryono, yang bertempat di Dusun Kesambian Watu Pecak Desa Pasirian Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Minggu (18/09).

Dari hasil pantauan suarajatimpost-com, ada sedikitnya 30 orang petani penggarap sawah yang terdampak, berkumpul menyuarakan harapan dengan gigih serta membentangkan baleho bertuliskan.

“Saya siap jadi korban untuk mengguncang Indonesia meneruskan perjuangan Pak Soekarno, dan "Memohon keadilan kepada Bapak Presiden RI serta DPR RI di Jakarta".

Sodara Abdul Hamid yang saat itu tengah memimpin akan aksi mengatakan langkah tersebut ditempuh olehnya didasari karena selama ini pemerintah setempat terkesan tidak memperhatikan akan kerugian yang dialami oleh warga selok awar-awar utamanya pemilik sawah terdampak penambangan pasir yang sudah terhitung 3 tahun tidak bisa menggarap sawahnya.

“Kita menggelar aksi ini dengan tujuan agar kita mendapat respon dari pemerintah pusat pak, kita sudah 3 tahun gagal panen akibat dari penambangan yang dilakukan oleh kades Haryono,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika perjuangannya selama ini melalui Bupati Lumajang dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dengan meminta agar tanah yang rusak akibat penambangan itu agar diganti, dirasa tidak membuahkan hasil dengan tidak mendapat respon atau tanggapan yang sesuai dengan harapan warga.

“Kita sudah tiga tahun pak gagal panen, hal itu sudah kita upayakan seperti apa tujuan kita awalnya pada Bapak Bupati Lumajang dan Wakil Gubernur Jawa Timur namun  kita tidak mendapatkan respon,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam aksi sosialisasi tersebut pihaknya melakukan pengumpulan foto copy KTP dan tanda tangan serta melengkapi keperluan administrasi lainnya yang nantinya akan dikirim ke Pemerintah Pusat.

“Kita kumpulkan semua tanda tangan dari penggarap sawah masing-masing pak, berikut foto copy KTP, juga perlengkapan administrasi lainnya, jika sudah lengkap nanti semua itu akan kita kirim ke Pemerintah Pusat yakni Presiden RI, Mensos, DPR RI, Komnas Ham, dan Mentri Perekonomian, saya berharap semua ini akan menjadi jawaban," pungkasnya.

Reporter : Hermanto
Editor :
Berita 2
Berita Sebelumnya Butuh Liburan Bareng Keluarga, Ayo ke Pantai Toraja Sumenep
Berita Selanjutnya Korban Meninggal KM Arin Jaya Sumenep Terus Bertambah, Jumlah Terakhir 21 Orang

Komentar Anda