UniqMag
Diknas Jombang

Main Game Jam Belajar, Puluhan Pelajar Kota Mojokerto Terjaring Satpol PP 

berita terkini
Caption : Walikota Mojokerto ( jilbab merah) saat memberikan nasehat pada pelajar yang terjaring oleh Satpol PP pada saat jam sekolah
Berita 1

KOTA MOJOKERTO, (suarajatimpost.com) - Puluhan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Mojokerto diamankan Satpol PP Kota Mojokerto, Kamis (10/1/2019).

Pasalnya puluhan pelajar tersebut terjaring waktu jam pelajaran berlangsung ada pula yang sengaja bolos namun berangkat kesekolah pamit pada orang tua untuk bersekolah. 

Pada akhirnya Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, langsung turun untuk menasehati para pelajar tersebut disaksikan orang tua juga pihak sekolah.

"Itu adalah anak anak kita yang kelak akan menjadi penerus negeri kita penerus dari Kota Mojokerto. Maka sudah kewajiban bagi semuanya tidak hanya dari orang tua, tapi juga pihak sekolah, pihak pemerintah, juga pihak masyarakat secara luas.  Perlu kerjasama untuk selalu memberikan pendidikan, pengawasan terhadap perilaku pada anak kita khususnya usia remaja," Kata Ika Puspitasari, Walikota Mojokerto.

Neng Ita sapaan akrabnya, Juga mengingatkan pada semua orang tua yang sudah menginjak remaja untuk selaku diawasi, agar tidak terpengaruh dalam hal yang negatif.

"Usia remaja itu dimana energinya sedang maksimal butuh tempat untuk melampiaskan energi mereka, kalau tidak diarahkan dengan betul akan terjadi penyimpangan pada hal hal yang tidak baik," paparnya.

Dari hasil terjaringnya pelajar di warnet maka selaku orang nomer Satu di Kota Mojokerto itu akan melakukan upaya sebuah kebijakan baru  dimana fungsinya untuk menyelamatkan pelajar yang dinilai mencuri jam belajar.

"Saya nanti akan rapat dengan beberapa pihak terkait saya ingin menginventarisasi jumlah warnet yang ada di Kota Mojokerto," ungkapnya Ning Ita.

Dalam membuat sebuah regulasi baru, dirinya juga akan berkoordinasi dengan DPRD. Namun tidak ada larangan bagi pengusaha jasa warnet tetap diperboleh sepanjang mengikuti aturan pemerintah daerah.

"Kalau kita langsung pada pihak pemilik usahanya tidak mungkin karena mereka sebagai pelaku usaha mempunyai hak untuk membuka usahanya kapan pun. Tapi kita pemerintah daerah ada regulasi untuk bagaimana membatasi anak anak tidak lagi menggunakan jasa internet pada jam sekolah," ringkas, Ning Ita pada sejumlah awak media.

Reporter : Hariyanto
Editor : Ananda Putri
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Dinas PMD Probolinggo Gelar Sosialisasi APBDes 2019

Komentar Anda