UniqMag
ad

Kasat Lantas Polres Lumajang Tinjau Rel Kereta Api Tak Berpalang Pintu

berita terkini
Kasat Kasat Lantas saat berada di salah satu perlintasan tak berpalang pintu
ad

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) - Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang Jawa Timur, AKP I Gede Putu Atma Giri bersama Dinas Perhubungan setempat lakukan pengecekan langsung disejumlah perlintasan rel Ketera Api (KA) tak berpalang pintu, Kamis (10/1/2019).

Hal ini dilakukan, karena akhir-akhir ini banyak kecelakaan, baik di lintasan jalanan ataupun di lintasan kereta api disebabkan banyaknya jalan tikus yang dibuat oleh warga. Namun lama kelamaan, jalan tersebut menjadi jalan alternative.

Meskipun rambu lalu lintas adalah ranah milik Pemerintah Daerah serta Dinas Perhubungan setempat, namun demikian bukan berarti kepolisian tidak turun tangan dalam permasalahan tersebut. 

Kasat Lantas Polres Lumajang, I Gede Putu Atma Giri mengatakan, tingginya kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api dikarenakan kurangnya rambu - rambu yang terpasang, serta kurangnya kewaspadaan pengguna jalan itu sendiri. 

“Meskipun meninggal dunia adalah garis tangan seseorang, setidaknya kita tetap perlu mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan. Kedepannya kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemasangan alarm di perlintasan kereta api, serta pemasangan palang pintu agar warga yang akan melintasi dapat berhenti di titik aman tersebut,” ujar Kasat Lantas

Terpisah, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban menambahkan, meski di Lumajang dinilai jarang terjadi kecelakaan antara Kereta Api dengan kendaraan biasa seperti mobil ataupun motor, namun tetap saja pihaknya komitmen melakukan antisipasi sedini mungkin menghindari kejadian tersebut.

Lebih lanjut, pria lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998 ini berharap, tingkat kecelakaan di jalanan, khususnya di wilayah Hukum Polres Lumajang dapat menurun dari tahun kemarin. 

"Pastinya harapan saya tahun ini korban meninggal dapat turun dari tahun 2018. Jangan sampai keluarga kita terjatuh hingga meninggal di jalanan," tutup Kapolres.

Perlu diketahui, di wilayah Lumajang sendiri terdapat 30 titik perlintasan kereta api dengan rincian 13 berpalang pintu, sedangkan 17  belum terpasang palang pintu pengaman bagi pengguna jalan yang akan melintasi rel kereta tersebut. Ke - 30 perlintasan kereta api baik yang terpasang maupun tidak terpasang ini, tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Lumajang, yakni Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Randuagungserta Jatiroto.

Keselamatan berlalu lintas adalah kewajiban individu, bukan hanya tanggung jawab dari kepolisian. Perlunya kesadaran dari dalam diri, agar berkendara dengan baik dan benar sesuai undang undang yang berlaku. 

"Pepatah mengatakan, Jatuh di aspal jalanan tak senikmat jatuh cinta pada seseorang," tukas canda Kapolres.

"Stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan," pungkasnya.

Reporter : Hermanto
Editor : Ananda Putri
ad
Berita Sebelumnya Mobil Patroli Satsabhara Ringsek Ditabrak Truk saat Kawal Tahanan
Berita Selanjutnya Jika Ada Yang Lolos CPNS Dimintai Uang Oleh Pejabat Atau Oknom, Ini Kata Plt Bupati Trenggalek

Komentar Anda