UniqMag
spece

Guru-guru di Pasuruan Dilatih Membuat Soal Matematika Berbentuk Cerita Keunggulan Lokal

berita terkini
Saat Guru-guru di Pasuruan membuat soal matematika dengan cara berbentuk cerita keunggulan lokal
Berita 1

PASURUAN, (suarajatimpost.com) - Tim Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi) dari Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), melakukan mentoring kepada guru-guru di Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan.

Selama tiga hari, guru-guru gugus 3 dan 4 di kecamatan tersebut diajarkan cara membuat soal matematika dalam bentuk cerita berbasis keunggulan lokal.

Project Leader Unusa, Fifi Khoirul Fitriyah mengatakan, workshop ini bertujuan memperkuat literasi para guru dalam membuat soal matematika yang berbentuk cerita. Karena, kata dia, soal matematika yang berbentuk cerita terdapat unsur literasinya.

"Mengingat adanya keterbatasan siswa dalam memahami soal matematika berbentuk cerita, karena bahasa ibu siswa adalah bahasa Madura,” ujarnya. Sabtu, (26/1/2019).

Soal matematika yang realistik, menurut Fifi, banyak ditemukan dalam soal-soal cerita. Soal cerita menjembatani pemahaman siswa (kognitif) dengan realitas kehidupan sehari-hari. 

"Artinya agar tidak terjadi keterbelahan epistemologis antara aspek koginitif, afektif dan psikomotorik. Atau equivalen dengan pendidikan berkemaknaan sesuai dengan tujuan bengkel numerasi," terangnya.

Ia berharap, mentoring ini dapat memunculkan solusi berupa buku saku numerasi sebagai sebuah panduan intervensi, khususnya dalam memecahkan soal cerita. "Dari hasil baseline, kemampuan numerasi di gugus 3 dan 4 adalah lemah dalam memecahkan soal cerita," ucapnya.

Sanusi, salah satu guru dan peserta workshop mengakui pentingnya inovasi pengajaran. Selama ini pembelajaran Matematika disampaikan dengan metode yang kaku dan membosankan. Matematika juga seolah menjadi momok yang menakutkan.

“Workshop ini sangat penting dan bermanfaat bagi kami guru, karena relevan dengan kebutuhan siswa, siswa memang sangat terbatas dalam memahami soal cerita," tandasnya.

Perlu diketahui, Unusa mendapat hibah dari DFAT (Departement of Foreign Affairs and Trade) yang merupakan hasil kerjasama pemerintah Australia dengan Kemendikbud Republik Indonesia.

Melalui program Inovasi, Unusa menggagas ‘Bengkel Literasi Numerasi’ di Pasuruan dengan melibatkan 16 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Lekok.

Bengkel Literasi Numerasi ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar yang difokuskan pada kemampuan literasi dengan pendekatan PMRI (Pendidikan Matematik Realistik Indonesia).

 

Reporter : Arianto
Editor : Ananda Putri
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Kabupaten Sumenep Raih WTP, Ini Kata Bupati Busyro Karim

Komentar Anda