UniqMag
spece

Kapolres dan Bupati Lumajang Bentuk Ribuan Relawan Satgas Keamanan Desa

berita terkini
Salah satu Tim Satgas Keamanan Desa yang terbentuk di Lumajang
Berita 1

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) - Dari 205 Desa / Kelurahan di wilayah Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Saat ini terbentuk 3.870 relawan Satgas Keamanan Desa.

Kesekian Satgas Keamanan Desa tersebut, tersebar di 129 Desa sebagian dari total Desa yang ada. Terbagi setiap Satgas berjumlah 50 anggota. 

Kata Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban, Satgas Keamanan Desa ini terbentuk oleh Kepolisian yang berkolaborasi dengan Pemda Lumajang, dibawah naungan langsung Bupati H. Thoriqul Haq. 

"Pembentukan Satgas Keamanan Desa sudah terbentuk kurang lebih 62% dari total desa, dan segera disusul oleh desa-desa lainnya," terang Kapolres, Senin (4/2/2019).

Kelengkapan rompi, HT (Handy Talkie) yang terhubung dengan repiter pancar ulang, dan alat alat lainnya, imbuh Kapolres diharap dapat menunjang kinerja mereka. 

"Anggaran pembelian perlengkapan satgas ini sendiri menggunakan dana desa," imbuh dia. 

Perlu diketahui, tugas Satgas Keamanan Desa adalah menjaga dan memastikan keamanan di desanya. Mereka bahkan memiliki kewenangan untuk membubarkan jika ada masyarakat yang sedang kumpul mabuk-mabukan. 

Selain itu, anggota Satgas juga dapat menyelesaikan problem solving yang ada didesanya, seperti menyelesaikan perselisihan antar warga didesanya, bahkan mengajak gotong royong untuk mengatasi bencana alam dan persoalan kemasyarakatan lainnya. 

Mereka dibawah kendali langsung kepala desa, dan mendapatkan bimbingan dari Bhabinkamtibmas secara periodik. 

"Dengan kinerja dan tanggungjawabnya tersebut, anggota Satgas Keamanan Desa secara tidak langsung mereka akan dianggap sebagai Tokoh Masyarakat diwilayah mereka," tukas Arsal.

Selain itu, Kapolres Lumajang juga menuturkan, jika Satgas Keamanan Desa ini adalah pertahahan lapis ketiga dari 3 lapis keamanan yang digagas olehnya. 

"Anggota yang tergabung dalam Satgas Keamanan Desa, selain dibekali beberapa keahlian seperti keahlian berbicara menggunakan HT, juga dibekali kemampuan TPTKP dan kemampuan beladiri untuk bekal jika bertemu pelaku kriminalitas yg melakukan perlawanan saat ingin ditangkap," terang Kapolres. 

Juga tidak digaji, melainkan ranah sukarela. Karena sisi pandang Kapolres dalam pembentukan Satgas Keamanan Desa ini, mengacu pada pencetakan tokoh masyarakat, bukan tokoh birokrat. 

Reporter : Hermanto
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Diduga Kecapean, Tiga Penyelenggara Pemilu di Sumenep Meninggal

Komentar Anda