UniqMag
Diknas Jombang

Dishub Probolinggo Dorong Pemilik Jeep di Wisata Gunung Bromo Lakukan Uji Kir

berita terkini
Kendaraan Jeep yang beroperasi di Wisata Gunung Bromo
Berita 1

PROBOLINGGO, (suarajatimpost.com) - Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo terus berusaha memberikan pelayanan semaksimal dan sebagus mungkin untuk melayani masyarakat sesuai Perbup no.67 tahun 2016 tengtang tupoksi Dishub.

Poin pertama adalah ikut serta dalam keselamatan dan safety riding yang akan berwisata di Gunung Bromo yang mengunakan jasa transportasi Jeep.

Dikarenakan banyak sekali Jeep yang jumlahnya mencapai ratusan yang sudah lama beroperasi di kawasan wisata Bromo masih banyak yang belum melakukan kewajiban uji kir selama lima tahun terakhir ini.

Maka pada awal tahun 2019 Dishub Kabupaten Probolinggo memulai penertiban untuk semua pemilik kendaraan Jeep angkutan wisata Bromo.

Yang sudah tercatat pada akhir bulan Januari di UPTD Balai Pengujian Kendaraan Bermotor, kendaraan Jeep mencapai 56 unit di wisata Gunung Bromo dan jumlahnya pasti akan terus bertambah.

Heri Sulistiyanto Kepala Dishub mengatakan bahwa pihaknya sudah mempunyai trik khusus supaya bisa mendorong semua pemilik Jeep khususnya yang berada di Kecamatan Sukapura.

Agar mempunyai kesadaran untuk melakukan uji kir kendaraan bermotor dengan kesadaran sendiri yang memang kewajiban semua pemilik kendaraan baik itu angkutan umum maupun mobil penumpang agar semua kendaraan dapat diketahui kelayakan dan tidak membahayakan penumpang.

“Sebelumnya kami mengawali dengan silaturahmi dan sosialisasi kepada para tokoh masyarakat sekaligus paguyuban-paguyuban pemilik jasa transportasi wisata jeep, dan alhamdulillah himbauan kami ditindaklanjuti dengan secara bertahap melakukan uji kir,” jelas Heri.

Lebih lanjut mantan Kepala Dinas PMD ini menjelaskan, motivasi utama upaya ini bukanlah semata-mata demi untuk menyerap pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari uji kir tersebut. 

Namun mengupayakan tindakan preventif untuk menjamin keselamatan jiwa para wisatawan gunung Bromo kedepannya, mengingat umur kendaraan yang memang rata-rata tergolong sudah tua dan gunung Bromo semakin ramai kunjungan wisata.

“Apalagi mereka tidak hanya mengangkut wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara. Kalau misalnya ada hal yang tidak diinginkan karena kendaraan yang tidak layak, tidak hanya Probolinggo yang disorot, tapi Indonesia karena gunung Bromo adalah jujukan wisata kelas dunia,” tandasnya. 

Reporter : Ubed
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Kasihan, Wanita Ini Lahirkan Bayi Mungil Saat Jadi Penghuni Lapas Kelas II B Tulungagung 

Komentar Anda