UniqMag
spece

Dirut BPRS Bhakti Sumekar Pastikan Nurfitriana Mundur Sejak Juli 2018

berita terkini
Direktur Utama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko
Berita 1

SUMENEP, (suarajatimpost.com) - Direktur Utama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko mengumumkan dan memastikan bahwa Nurfitriana Busyro sudah mengundurkan diri dari jabatan komisaris sejak Juli 2018 lalu.

Istri Bupati Sumenep yang saat ini tercatat sebagai Caleg DPRD Jatim dari PKB sebelumnya menjabat sebagai dewan komisaris BPRS Bhakti Sumekar.

“Sejak 16 Juli 2018, ibu Nurfitriana Busyro sudah tidak lagi menjabat sebagai dewan komisaris BPRS Bhakti Sumekar,” terang Nuvi Sujatmiko.

Pria yang akrap dipanggil Novi itu menceritakan proses pengunduran diri Nurfitriana Busyro Karim. Pada tanggal 28 Juni 2018 Nurfitriana Busyro mengirim surat pengunduran kepada tiga pihak. Dalam hal ini ditujukan kepada pemegang saham pengendali dengan tembusan dewan komisaris dan anggota, serta kepada dewan direksi BPRS Bhakti Sumekar.

"Pada tanggal 2 Juli 2018, dewan direksi mengajukan permohonan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa kepada pemegang saham terkait surat tersebut," imbuhnya.

Kemudian kata Novi, pada tanggal 16 Juli 2018 diadakanlah RUPS luar biasa terkait permohonan pengunduran diri Nurfitriana, yang dihadiri oleh seluruh pengurus BPRS, dan diputuskan menerima dan menyetujui surat pengunduran diri tersebut.

Selain itu, RUPS luar biasa memberikan mandat kepada direktur BPRS Bhakti Sumekar untuk menotariskan, termasuk juga menindaklanjuti ke otoritas jasa keuangan (OJK) pertanggal 18 Agustus 2018 tentang perubahas komposisi struktur.

“Ini notarisnya sudah ada dan terbit tanggal 7 Agustus 2018. Setelah itu kami menindaklanjuti ke OJK posisi Komisaris Utama siapa yang baru, dan yang lama siapa, sehingga komposisinya juga sudah berubah,” sambungnya.

Ketika disinggung soal alasan pengunduran Istri Bupati itu, Novi mengatakan bahwa berdasarkan surat yang masuk, Nurfitriana hendak mendaftarkan diri menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Provinsi Jawa Timur.

“Sesuai isi surat pengunduran, alasan Bu Fitri mundur karena mendaftar sebagai caleg Provinsi dari partai PKB, serta memenuhi ketentuan peraturan PKPU nomor 20 tahun 2018 tentang pencalonan anggota dewan perwakilan rakyat,” pungkasnya.

Reporter : Hairul Arifin
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Kabupaten Sumenep Raih WTP, Ini Kata Bupati Busyro Karim

Komentar Anda