UniqMag
spece

PLT Bupati Tulungagung, Maksimalkan Pemberantasan Telur Nyamuk

berita terkini
Plt Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat ditemuai dalam acara Baksos Polres Tulungagung dalam rangka berantas DBD di Balai Desa Campurdarat, senin (04/03) pagi
Berita 1

TULUNGAGUNG (Suarajatimpost.com) - Sampai dengan awal maret 2019 ini, tercatat ada sekitar 644 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menjangkit warga Tulungagung. Ratusan warga lainnya pun, menderita DBD dari yang terkena gejala awal saja hingga yang meninggal dunia.

Dari data yang direlease Pemkab Tulungagung, dari penghitungan Dinas Kesehatan ada 9 kasus kematian akibat DBD di tahun 2019 ini.  Sebagian besar yang meninggal dunia merupakan penderita DBD yang masih berusia anak-anak. 

Menanggapi persoalan tersebut, PLT Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menerangkan, dari kajian yang telah dilakukan Pemkab terkait DBD sepanjang tahun 2019 ini anomali cuaca masih menjadi hal yang paling berpengaruh.

“Jadi sebagaimana kita ketahui bersama setiap tahun saat pergantian cuaca atau anomali musim DBD seringkali terjadi. Jadi DBD tahun ini, penyakit menular yang perkembangannya cukup luar biasa sehingga perlu adanya penanganan khusus,” tuturnya. 

Soal terbatasnya peralatan untuk membasmi sarang DBD, pihak Pemkab masih mengakui adanya keterbatasan, namun sudah masuk dalam penganggaran yang baru untuk segera menutupinya.

“Kemudian tehadap peralatan kita yang terbatas, kita anggarkan. Terhadap alat untuk fogging maupun abate untuk daerah-daerah,” jelasnya.  

Memasuki bulan ke tiga ditahun 2019 ini, Pemkab menyatakan jika tren penderita DBD mulai mengalami penurunan. 

“Sekarang sudah menurun, dimana kira-kira tiga minggu yang lalu di Puskesmas, RS swasta atau Daerah penuh semua dengan DB,” terangnya. 
Namun, pihak Pemkab untuk saat ini lebih fokus kepada pemberantasan telur nyamuk.

“Cuman untuk nyamuk bertelur ini yang kita harapkan lebih besar sampai 90 persen, sampai saat ini 86 persen,” imbuhnya. 

Selain itu, pihak Pemkab pun telah memberikan interuksi kepada kecamatan untuk membuat gerakan bersih-bersih guna antisipasi DBD kembali menjalar.

“Gerakan masal sudah kita lakukan, kita minta ke pak camat yang bekerja sama dengan Muspika bersih-besih setap minggu, dari PPK, Bayangkari, Persit, juga ikut didalamnya,” tukasnya. 

 

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Kabupaten Sumenep Raih WTP, Ini Kata Bupati Busyro Karim

Komentar Anda