UniqMag
spece

4 Unggulan Durian Wonosalam Jombang, Jenis Mrica Wajib Indent

berita terkini
Ruslan saat menaikkan durian ke bak mobil
Berita 1

JOMBANG,(suarajatimpost.com) - Durian Wonosalam, tidak nikmat rasanya jika berkunjung ke sebuah kota santri Jombang, Jawa Timur, kalau tidak mencoba durian asli lereng Gunung Anjarmoro. Senin 11/3/2019.

Memang banyak berbagai pilihan durian dijalanan, namun berbeda rasa tentunya dengan durian asli wonosalam. Ternyata durian unggulan wonosalam ada 4 (empat) macam durian Bido, Mrica, Manalagi, terakhir durian Watu kembar.

Ruslan (65) Warga Sumber Wonosalam, merupakan tengkulak durian wonosalam menjelaskan bahwa durian asli wonosalam sangat berbeda dengan durian dari kota lainnya.

"Keunggulan durian wonosalam tidak banyak mengeluarkan air dan 3 hari masih bertahan," jelasnya.

Bapak empat anak ini, membeli dari petani sistem borongan pohon semenjak mulai berbunga, namun harus menunggu 3 sampai 4 bulan untuk memanennya karena harus melakukan perawatan dengan memberi obat bunga dengan cara disemprot sampai 6 kali.

"Belinya ketika sudah ada bunganya nanti kita semprot dengan obat pentil terus ngikat duriannya agar tidak langsung jatuh bila sudah matang," ucap Ruslan.

Untuk durian wonosalam  punya banyak nama mulai durian simas, sintokong, bido, mana lagi, mrica, watukembar sampai tanpa punya nama.

"Unggulan durian wonosalam antara lain durian bido, mrico, manalagi, watukembar. Kalau durian mrica tidak langsung bisa beli karena harus pesan dulu, untuk harga bisanya ukuran melingkar sekitar 50 cm dengan berat sekitar 4 ons, untuk harga pohon sekitar 85 ribu kalau sudah ditengkulak bisa sekitar 150 ribu," ungkap Ruslan.

Sedangkan untuk musim durian wonosalam biasanya mulai bulan Desember.

"Biasanya mulai musim antara bulan 12 akhir sampai bulan 5," ringkas pria yang sudah menjadi tengkulak durian wonosalam dari tahun 2005 ini.

Reporter : Hariyanto
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Masyarakat Sumenep Diimbau Tidak Sembelih Sapi Betina Produktif

Komentar Anda