UniqMag
spece

Tinggalan Megalith di Situbondo Akan Diteliti Balar Yogyakarta

berita terkini
Arkeolog Balar Yogyakarta di lokasi Situs Sarkofagus Desa Kukusan, Jumat (15/3/2019)
Berita 1

SITUBONDO, (suarajatimpost.com) - Tinggalan megalith di Dusun Potos, Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, tak lama lagi bakal diteliti oleh Balar (Balai Arkeologi) Yogyakarta, pada Jumat (15/3/2019) siang, Arkeolog Putri Taniardi dari pihak Balar menyebutkan sedang diproses permohonan penelitian dari pihak Pemdes Kukusan.

Bersama para pegiat cagar budaya dari LSM Wirabhumi, Relawan Budaya Patukangan, SRC (Situbondo Residual Concourse) dan Laboratorium Sejarah SMADA PRIMA, pihak Balar melakukan obervasi awal atas keberadaan situs ODCB (Obyek Diduga Cagar Budaya) itu.

"Kedatangan kami merespon informasi yang masuk pada Balar. Karena kebetulan kami juga ada kegiatan di Situbondo. Namun untuk langkah lanjutannya tentu menunggu disposisi," terang Putri.

Putri menganalisa kemungkinan budaya megalith dilanjutkan hingga masa klasik. Hal itu diketahui dengan temuan fragmen gerabah di lokasi.

"Ini tentu masih butuh penelitian. Saya perhatikan dari pecahan gerabah yang inj ada dua bahan yang berbeda. Yang pertama tanah liat terlihat lebih halus. Yang kedua ada campuran silika. Terlihat seperti kaca yang mengkilat kecil-kecil," ungkapnya.

Yang disayangkan, di lokasi terindikasi bekas penggalian orang tak bertanggung jawab. Putri bersama para pegiat menengarai galian itu terbilang baru.

Suliyanto, warga setempat menimpali jika telah lama warga menemukan manik-manik, tombak, anting serta gelang. Ia bahkan menyebutkan jika seluruh isi kuburan dari batu itu dihabisi para pemburu harta karun dari luar kota.

Sementara itu Adi Rasa, kerabat desa setempat mengatakan pihaknya sudah harus mewaspadai orang-orang asing yang mencoba menelusuri lokasi tersebut.

"Yang pasti masyarakat setempat harus menyadari pentingnya melestarikan ini dan berupaya mewaspadai para pemburu keluar masuk," katanya.

Seorang warga yang enggan disebut namanya mengabarkan tentang kedatangan sejumlah orang yang membawa tenda.

"Saya tanya mereka dari kota sebelah. Mereka sudah lima hari yang lalu pulang. Dan baru diketahui pegiat jika di lokasi situs ada bekas penggalian," ujarnya.

Reporter : Irwan Rakhday
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Gasak Motor Saat Buka Puasa, Pria Bertato asal Lumajang Nyaris Dihakimi Warga Jember

Komentar Anda