UniqMag
ad

Keluarga Korban Pencabulan Geruduk Polres Sumenep

berita terkini
Keluarga korban saat mendatangi Mapolres Sumenep
ad

SUMENEP, (suarajatimpost.com) - Tanyakan tindak lanjut laporan kasus pencabulan di bawah umur, Muji Warga Desa Banraas, Kecamatan Dungkek didampingin kuasa hukumnya mendatangi Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (15/3/2019).

Putri dari Muji, sebut saja Bunga (nama samaran) yang masih berumur 14 tahun, diduga dicabuli oleh pria berinisial KU Warga Dusun Baru, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek.

Kasus tersebut daporkan ke PPA Polres Sumenep Selasa 21 Agustus 2018. Namun hingga kini kasus tersebut tidak ada tindak lanjut.

"Kami datang ke Polres mempertanyakan Laporan tersebut, tetapi sampai saat ini belum ada perkembangan dari penyidik dan pelaku belum juga ditangkap," terang Kuasa Hukum keluarga korban, Kamarullah.

Kamarullah menambahkan, sejak awal laporan, pihaknya bersama korban berkali-kali mendatangi Unit PPA Polres Sumenep untuk meminta Surat Perkembangan Perkara Hasil Penyelidikan (SP2HP) dan menanyakan secara langsung bagaimana tindak lanjut atas laporan tersebut, namu tidak ada jawaban yang sesuai dengan harapan.

"Sejak awal laporan semua saksi sudah diperiksa dan semua bukti sudah diajukan, serta dilakukan Visum terhada diri korban, namum kenyataannya dari awal laporan sampai sekarang, kita juga belum pernah diberikan yang namanya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Pemeriksaan (SP2HP) dari pihak penyidik, baik melalui kuasa hukum ataupun kepada keluarga korban," imbuhnya.

Pihaknya merasa kecewa atas kinerja Polres Sumenep karena perkara ini dinilai lambat. Bahkan pihaknya akan melaporkan persoalan tersebut ke Propam Polda Jatim apabila dalam jangka satu bulan kasusnya tidak ada titik terang.

"Jika dalam satu bulan ini tidak ada perkembangan dan titik terang dari pihak penyidik Polres Sumenep, maka kami akan laporkan saja ke Propam Polda Jatim," sambungnya.

Semetara Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Moh Hery mengatakan bahwa polres akan serius menangani kasus tersebut, bahkan pihaknya sudah memeriksa empat orang saksi dan sudah menetapkan tersangka.

"Polres akan menangani kasus ini dengan serius kok, dan SP2HP diberikan kepada keluarga korban, hanya saja polisi kesulitan untuk menangkap tersangka, karna setiap petugas kelokasi untuk melakukan penangkapan, tersangka selalu tidak ada," pungkasnya.

Reporter : Hairul Arifin
Editor : Krisdiantoro
ad
Berita Sebelumnya Tinggalan Megalith di Situbondo Akan Diteliti Balar Yogyakarta
Berita Selanjutnya Legislator PDI Perjuangan Resmikan Jembatan Gantung “Amanah” di Desa Mabung Nganjuk

Komentar Anda