UniqMag
spece

Kembali Menjadi Ketum IESPA, Eddy Lim Target 2 Medali Emas di Sea Games 2019

berita terkini
Ketua umum IESPA Eddy Lim (duduk di tengah) beserta para pengurus IESPA
Berita 1

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Kembalinya Eddy Lim sebagai ketua umum (Ketum) dua periode Indonesia E-Sport Association (IESPA) di Rakernas pada tanggal 15 - 17 maret 2019 di Golden Tulip Legacy Surabaya,  menargetkan 2 medali Emas untuk Sea Games Filipina 2019 yang akan datang, jabatan sebagai ketum pertama pada tahun 2014 - 2019.

IESPA yang dibentuk pada tahun 2014 tersebut adalah sebuah federasi yang menaungi esport, yang diprakarsai oleh Eddy Lim, Prananda Isviansyah, Erwin dan Richard Permana dengan melakukan rakernas dan munas untuk pertama kalinya dilaksanakan di Surabaya.

Eddy Lim, Ketua Umum Indonesia e-Sport Asosociation (IESPA) mengatakan pihaknya meyakini atlit yang dikirim dalam Cabor yang dipimpinnya itu bisa mempersembahkan 2 medali emas di Sea Games 2019 Filipina.

"Tahun ini kita targetkan dua medali, sesuai dengan permintaan Menpora Imam Nahrawi. Dan kita punya peluang disana, dua medali emas di Sea Games Filipina," kata Eddy, Senin (18/3/2019) di Hotel Golden Tulip Legacy Surabaya.

Target tersebut bukan sekedar mimpi, karena memang diakui jika para atlit e-sport Indonesia selalu menjadi juara di setiap eksibisi yang digelar. Tak hanya itu, prestasi atlit e-sport dibuktikan ketika berlaga di ajang Asian Games 2018 lalu, yang berhasil meraih satu medali emas.

Menurut rencana, pihaknya akan mengirim para atlit untuk 5 nomer Cabor e-sport yang dipertandingankan. Baik perorangan maupun beregu. Akan tetapi, hal tersebut bisa saja berubah tergantung hasil skrining bersama pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Akan kita kirim 5 nomor, nanti ada tim regu dan perorangan. Dalam satu tim ada 5 pemain. Tapi, kita akan tunggu skrining dari Kemenpora," lanjut pria yang baru saja terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum dalam Munas IESPA di Surabaya kemarin.

Mengenai IESPA sendiri, Eddy menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya merupakan federasi yang menaungi e-sport atau olahraga elektronik sejak tahun 2014. Sementara e-sport merupakan olahraga yang cara bermainnya menggunakan video game.

Game yang dimainkan pun sesuai dengan standard IESF atau Federasi e-Sport International. Seperti, Dota 2, Starcraft II, Tekken 7, Arena of Valor, NBA 2K19 dan Mobile Legends.

"Yang pasti game tersebut tidak mengandung unsur kekerasan dan sesuai standard IESF," pungkasnya.

Reporter : Tarmuji
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Lions Club Surabaya Grand Tanamkan Rasa Cinta Kasih pada Miss Grand 2019

Komentar Anda