UniqMag
spece

Apel Sispam Kota Pengamanan Pemilu 2019, Dihadiri Bupati Bojonegoro dan 800 Personil

berita terkini
Bupati, Kapolres, Dandim 0813 dan 800 Personil, Saat Acara Apel Sispam Kota Pengamanan Pemilu 2019 .
Berita 1

BOJONEGORO, (suarajatimpost.com) - Apel Sispam Kota Pengamanan Pemilu 2019 dihadiri oleh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Bojonegoro, serta Kepala Bakorwil setempat, Kepala OPD Pemkab Bojonegoro dan seluruh camat.

Acara yang digelar oleh Kepolisian Resort Bojonegoro tersebut, diikuti kurang lebih 800 personil dari unsur TNI, POLRI, Linmas, Satpol PP, PMK, Kamis (22/03/2019) di Alun-alun Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah dalam sambutannya Bupati mengajak semua elemen saling menjaga dan sinergitas dalam pengamanan Pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang.

"Pemilihan Umum tahun 2019, merupakan pemilu serentak pertama di Indonesia, di mana pemilih akan melakukan pencoblosan surat suara secara bersamaan baik untuk Presiden/Wakil Presiden, maupun DPR RI/DPD RI, dan DPRD Provinsi/Kab/Kota," ujarnya.

Anna Muawanah juga menambahkan bahwa Pemilu ini banyak menghadapi tantangan dan kendala yang begitu rumit dan praktik di lapangan sangat tidak mudah.

"Praktik pemilu serentak tersebut akan berlangsung tidak mudah, penuh tantangan, dan berpotensi mengalami banyak persoalan," tambahnya.

Masih lanjut Anna, diantara tantangan yang akan dihadapi adalah adanya praktik pemilu yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya, baik dari segi teknis pelaksanaan, serta situasi politik, kondisi sosial Masyarakat, dan pola-pola kampanye yang akan menghasilkan potensi kerawanan pada variasi dan tingkatan yang berbeda pula.

"Berbagai potensi kerawanan tersebut, dapat terjadi dalam setiap tahapan pemilu berupa pelanggaran tindak pidana pemilu, termasuk tindak pidana umum, yang harus dapat di kelola dan ditangani," pintanya.

Bupati Anna berharap, semua saling kerja sama dan Sinergitas. Kegiatan seperti ini diharapkan mampu mewujudkan terciptanya situasi kemanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, agar dapat memberikan rasa aman kepada para pelenggara dan peserta pemilu, serta menjamin masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan jernih sesuai hati nuraninya. 

"Oleh karena itu, dalam rangka menjamin stabilitas keamanan dan ketertiban Masyarakat selama berlangsungnya pemilu 2019, kegiatan simulasi pengamanan seperti ini memang sangat diperlukan," pungkasnya.

Reporter : Mustakim
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Dianggap Merusak Bangsa, Aksi 22 Mei Mendapat Kecaman Dari Ketua MUI Pasuruan

Komentar Anda