UniqMag
Diknas Jombang

Pria Bertato di Lumajang Tak Berkutik di Hadapan Tim Opsnal Sat Reskoba

berita terkini
Suasana saat pria itu diamankan polisi
Berita 1

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) - Nampak seorang pria bertato, duduk dengan raut wajah pasrah. Memegang botol terdapat sedotan layaknya peralatan untuk menghisap sabu (bonk). Dia adalah, Abdullah (41), warga Desa Pulo Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang Jawa Timur. 

Dia diamankan oleh Tim Opsnal Sat Reskoba Polres Lumajang, lantaran teridentifikasi menguasai narkotika jenis sabu tanpa hak kepemilikan, Rabu malam (20/3/2019).

Dari tangan pria tamatan SMP tersebut, petugas menyita barang bukti diantaranya, satu buah plastik bening (klip) ukuran kecil diduga berisi sabu dengan berat kotor 0,25 gram, dan seperangkat alat hisap sabu (bonk) terbuat dari botol kaca kecil, yang pada ujung tutup botolnya, terdapat dua buah lubang yang masing-masing terangkai dengan sedotan plastik. 

Selain itu, pada salah satu ujung sedotan juga terangkai dengan pivet kaca, yang didalamnya terdapat sisa pembakaran diduga sabu.

Kapolres Lumajang AKBP D.R Muhammad Arsal Sahban S.H S.I.K MM M.H mengatakan, pihaknya akan terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum yang ia pimpin. 

“Setelah kasus begal dan pencurian hewan ternak mengalami penurunan yang sangat drastis, target kami selanjutnya adalah memberantas peredaran narkoba di wilayah Lumajang," terang dia, Kamis (21/3/2019). 

Untuk kasus ini sendiri, Arsal mengaku harus mengeluarkan tenaga ekstra. Karena kata dia, permainan para pelaku sangat rapi dan sangat sulit diketahui. Namun demikian pihaknya tak kan pernah menyerah, untuk berusaha menyelamatkan para penerus bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Senada dengan Kapolres Lumajang, AKP Priyo Purwandito S.H Kasat Reskoba Polres Lumajang takkan mengendurkan perburuan terhadap para penyalahguna narkoba. 

"Pendekatan preventif sejak lama sudah kami lakukan. Di sekolah - sekolah maupun di komunitas anak muda di wilayah Lumajang. Maka dari itu, saya rasa sangat perlu tindakan represif seperti ini, untuk menghentikan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Lumajang ini,” tegasnya.

Pria itupun digelandang ke Mapolres Lumajang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dia terancam dijerat pasal 112 ayat 1 Jo. 127 ayat 1 UURI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika dan terancam hukuman penjara maksimal 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Reporter : Hermanto
Editor : Ananda Putri
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Dinas PMD Probolinggo Gelar Sosialisasi APBDes 2019

Komentar Anda