UniqMag
spece

Tiga Tahun Lebih Faida Memimpin, Kemiskinan di Kabupaten Jember Masih di Mana-mana

berita terkini
Muhra (75) warga Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember Jawa Timur dan kondisi rumahnya
Berita 1

JEMBER - Sudah 3 tahun lebih kepemimpinan Faida-Muqit, tampak kemiskinan di Kabupaten Jember masih banyak dan ada di mana-mana.

Kondisi paling parah, diindikasi berada di Kecamatan Sumberjambe dan Ledokombo. Hal itu bisa terlihat dari banyaknya rumah warga yang ditempati, masih tidak layak huni yang tersebar di wilayah ini.

Seperti yang dialami oleh Muhra (75) warga Kecamatan Sumberjambe. Dirinya harus rela tinggal di gubuk bambu ukuran 2 x 4 meter dengan atap tebu yang sudah ditumbuhi rumput liar.

Itu pun, pada musim hujan bocor, karena atap yang sudah digunakan banyak yang bolong. Belum lagi, bambu penyangga sudah tua dan dimakan rayap, sewaktu-waktu bisa roboh dan menimpanya.

Padahal, jarak dari kantor desa tidak jauh, diperkirakan 100 meter saja. Diakui Muhra, dirinya pernah didatangi oleh pihak desa didata dan dimintai Kartu Keluarga. Katanya, mereka beralasan untuk pengajuan bedah rumah.

IMG_20190325_101836.jpg

"Saya di sini tinggal sendiri. Anak saya satu-satunya yang bekerja di konteran, (bekerja di hutan). Dulu pernah didata dari desa tetapi tidak ada sekarang," ucapnya dengan nada memelas, Senin (25/3/2019).

Diakuinya, hal yang paling ditakutkan saat tidur waktu malam adalah ular hijau, yang sekali-kali bisa menyelamatkan keselamatan.

"Kalau dingin dan bocor itu biasa, paling takut adalah ular. Tidak bisa tidur karena dingin," sebutnya.

Dirinya bermimpi, mau bangun lagi. Dengan cara menyicil mengumpulkan daun tebu kering.

"Itu disamping rumah mulai dikumpulkan daun tebunya. Alhamdulillah gratis, minta sama tetangga di sana," lugas Muhra.

Keadaan itu dibenarkan oleh Fauzi (43) anak kandungnya. Dirinya membenarkan, rumah yang ditempati sangat jauh dari kata layak.

"Ya seperti itu rumah orang tua saya, kerja saya hanya ke kunteran. Saya mengadu nasib ke hutan," beber Fauzi.

Data terkait yang diminta pihak desa, hingga hari ini belum jelas arah jelutrungnya.

"Ini tanah asli milik keluarga, dulu pernah dimintai KK. Kami tidak terlalu berharap, karena kami sudah menunggu lama," sambungnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Isnaini Dwi Susanti, saat dihubungi lewat pesan singkatnya menyampaikan, sampai saat ini untuk dinas sosial untuk RTLH sudah tidak tersedia lagi.

IMG_20190325_102421.jpg

"Penanganan kemiskinan memag tidak bisa dilakukan oleh satu OPD. Terhadap RTLH ada Dinas PU Cipta Karya. Di Dinsos tentang RTLH anggaran tidak tersedia," tulisnya.

Kendati demikian kata Isnaini, untuk kebutuhan dasar bagi warga miskin pihaknya masih siap.

"Tapi menopang kebutuhan harus dilakukan, data RTLH kita butuhkan, karena mereka masuk kategori orang miskin," lanjutnya.

Sementara langkah yang dilakukan, kata dia, meminta kepentingan dengan cara memasukkan data hasil benar atau miskin sesuai kebutuhannya.  

"Nanti, ajukan proposal RTLH ke provinsi dan pusat," pungkasnya.

Muhra adalah salah satu contoh kecil, dari sekian banyak masyarakat miskin di Kabupaten Jember yang masih tinggal di rumah yang jauh dari kata layak.

Sampai saat ini, mereka masih menunggu  22 janji kampanye sebelum menjabat bupati, yaitu untuk pengentasan kemiskinan.

Reporter : Imam Khairon
Editor : Winzani
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Lions Club Surabaya Grand Tanamkan Rasa Cinta Kasih pada Miss Grand 2019

Komentar Anda