UniqMag
spece

Ratusan Kader NU Gapura Sumenep Hadiri Jalsah Rajabiyah 1440 H 

berita terkini
Saat acara jalsah rajabiyah di Aula Aswaja Kantor MWC NU Gapura
Berita 1

SUMENEP, (suarajatimpost.com) - Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS RA) PAC. GP. Ansor Gapura mengadakan acara Jalsah Rajabiyah 1440 H di Aula Aswaja Kantor MWC NU Gapura, Senin (25/3/2019) malam.

Ketua PAC. GP Ansor Gapura Marzuki dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya acara tersebut mendapat antusiaisme kader.

"Sampai aula ini penuh, Alhamadulillah kami bersyukur sekali, semoga ini barokah dan menjadi nilai pengabdian kami," sambut sahabat.

Kegiatan Jalsah Rojabiyah ini merupakan Agenda puncak MDS RA PAC GP Ansor Gapura yang bentuk Seminar penguatan Ke-NU-an di Harlah NU yang ke-96 dengan tema "Mempertegas Jati Diri dan Arah Perjuangan Nahdlatul Ulama".

"Satu minggu kami mengadakan kegiatan baksos, kajian keislaman, tawassulan dan Jalsah Rojabiyah ini merupakan puncak dari agenda MDS RA Gapura dalam rangka ikut berpartisipasi memperingati harlah NU yang Ke-96," papar Ketua MDS RA Gapura, Gus Wafi Dhimyati.

Jalsah Rojabiyah ini bertujuan untuk memperkuat ideologi kader Ansor dalam ber-NU agar sejalan dengan alur yang digariskan Nahdlatul Ulama.

"Seminar ini merupakan penguatan jati diri kepada kader Ansor khususnya dan kader-kader NU lainya supaya tetap dalam satu komando seperti apa yang di gariskan Nahdlatul Ulama," imbuhnya.

K. A. Warist Umar, yang merupakan Instruktur Nasional PKPNU sekaligus narasumber dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pola gerakan dakwah kader Nahdlatul Ulama yang sangat relevan di era Milenial ini menggunakan 3 strategi, Pertama: Tazawaru Ba'dluhum Ba'dlo, Kedua: Tawashau Bil Haqqi Watawashau Bis Shabri, dan ketiga: Taqarrub Ilallah.

"Pola gerakan yang harus dilakukan para kader bukan dengan kekerasan tetapi menggunakan 3 pola gerakan yaitu satu; Gerakan saling mengunjungi satu dengan yang lain (Tazawaru Ba'dluhum Ba'dlo) atau pakai gerakan yang kedua; saliang menasehati tentang kebenaran dan kesabaran (Tawashau Bil Haqqi Watawashau Bis Shabri) dan atau yang terahir Mendekatkan diri kepada ALLAH (Taqarrub Ilallah)," jelaskannya.

Jika 3 hal tersebut di praktekkan menurut A. Warist yang juga menjabat sebagai ketua komisioner KPU Sumenep merasa sangat yakin tidak akan ada namaya kekerasan dalam beragama.

"Kalau yang tiga pola itu di praktekkan saya yakin tidak ada kekerasan dan paksaan dalam beragama," imbuh.

Acara tersebut ditutup dengan doa oleh KH. Moh. Ma'ruf yang menjabat sebagai ketua Rois Aam MWC NU Gapura.

Reporter : Hairul Arifin
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Kabupaten Sumenep Raih WTP, Ini Kata Bupati Busyro Karim

Komentar Anda