UniqMag
spece

BPJS Tulungagung: Masih Banyak Perusahaan Yang Belum Urus Asuransi Ketagakerjaan

berita terkini
Kepala BPJS Kantor Cabang Tulungagung, Indrina Darmayanti
Berita 1

TULUNGAGUNG (Suarajatimpost.com) - Hingga tri wulan pertama tahun 2019 berlangsung, perkembangan BPJS Ketenagakerjaan di Tulungagung masih sangat minim. BPJS menyebutkan masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya ke dalam program asuransi tersebut.

Padahal, BPJS mengaku jika sudah seirngkali berkirim surat kepada perusahaan-perusahaan yang masuk ke dalam persyaratan untuk segera mendaftarkan karyawannya untuk masuk ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan. 

Namun, sejak pertama kali program tersebut dikeluarkan oleh BPJS Pusat sebagai salah satu bentuk proteksi kepada karyawan, dari data yang ada di Tulungagung menunjukkan perkembangan yang sangat kecil. 

Indrina Darmayanti, Kepala Kantor BPJS Cabang Tulungagung menuturkan, pihaknya telah bekerja sesuai arahan dan telah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terutama kepada perusahaan-perusahaan yang masuk ke dalam persyaratan.

“Sebenarnya masalahnya juga yang sulit untuk kita, sebagai pegawai mereka sudah ada SK nya atau tidak,” jelasnya. 

Selain persoalan kontrak kerja dan SK,  kepedulian untuk mengurus BPJS Ketenagakerjaan memang masih minim.

“Kalau di Surabaya, karyawan lapor ada malah kita terima kasih, lalu kita berikan info ke serikat kerja yang menunginya atau ke perusahaanya,” jelasnya.  

Sementara itu, terkait BPJS Ketenagakerjaan BPJS Tulungagung dalam hal komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang memnuhi syarat sejauh ini masih sebatas upaya preventif. 

“Upaya paksa kita belum ya, peringatan sudah ada,” paparnya. 

Menyikapi soal hukuman yang bakal diterapkan kepada perusahaan yang enggan menguruskan karyawannya untuk tergabung ke dalam program asuransi ketenagakerjaan yaitu BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Tulungagung mengakui terkait upaya paksa yang mengarah kepada hukuman bagi perusahaan yang belum melakukan pengurusan pihaknya belum menerapkan hal itu. Karena dinilainya, hal itu merupakan persoalan yang kompleks dan membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak terkait, terutama dari pihak Pemkab.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Gasak Motor Saat Buka Puasa, Pria Bertato asal Lumajang Nyaris Dihakimi Warga Jember

Komentar Anda