UniqMag
spece

DLH Kabupaten Probolinggo Verifikasi Lapang Calon Sekolah Adiwiyanata

berita terkini
kegiatan verifikasi lapang
Berita 1

PROBOLINGGO, (suarajatimpost.com) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengadakan kegiatan verifikasi lapang calon sekolah Adiwiyanata tingkat Kabupaten tahun 2019 selama lima hari, mulai Selasa (26/03) hingga Selasa (02/04/2019).

Verifikasi lapang ini akan dilakukan pada 16 sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Yakni, SDN Pabean, SDN Kedungdalem I, SDN Kedungdalem II, SMPN 2 Dringu, MINU Kraksaan, MTs Miftahul Anwar, SMA Miftahul Anwar, SMPN 3 Maron, MI Zainul Anwar, SMP Taruna Islam Al Kautsar, SDN Muneng Leres II, SDN Sumurmati II, SDN Mentor II, SDN Pesisir II, SDN Ambulu I dan SDN Banjarsari III.

“Tim penilai untuk verifikasi lapang calon sekolah Adiwiyata ini terdiri dari DLH Kabupaten Probolinggo, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, SMAN 1 Dringu, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, PT. YTL-Jawa Power dan SMKN 1 Kota Probolinggo," kata Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo melalui Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Anang Budiarto.

Dasar pelaksanaan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata. Dalam rangka revitalisasi program Adiwiyata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pernah melakukan pembahasan penyempurnaan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013.

Menurut Anang, kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya sekolah Adiwiyata (sekolah peduli, berbudaya dan berwawasan lingkungan) di Kabupaten Probolinggo. 

"Tujuannya sebagai persiapan penilaian Adiwiyata Tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2019," jelasnya.

Anang menerangkan pelaksanaan program sekolah Adiwiyata dikembangkan secara berjenjang dari tingkat kabupaten. Apabila sekolah telah mencapai nilai paling rendah 56, tingkat provinsi apabila sekolah mencapai nilai paling rendah 64, tingkat nasional apabila sekolah mencapai nilai paling rendah 72 dan tingkat mandiri apabila sekolah sudah sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional yang telah melakukan pembinaan ke-3 sekolah dan telah mencapai Adiwiyata tingkat kabupaten.

"Program Adiwiyata diikuti oleh sekolah berstatus negeri atau swasta yang meliputi SD/MI, SMP/MTs, SMA/Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)," terangnya.

Lebih lanjut Anang menjelaskan komponen atau indikator penilaian sekolah Adiwiyata sesuai Permen Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata meliputi kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis partisipatif, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

"Sekolah Adiwiyata diwajibkan menerapkan perilaku ramah lingkungan dengan memiliki kebijakan (visi, misi, tujuan dan program) yang mengintegrasikan upaya Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Upaya PPLH ini ditentukan berdasarkan pemetaan atau kajian kondisi lingkungan hidup dan rencana aksi lingkungan hidup sekolah. Pendidik dan peserta didik melakukan proses pembelajaran yang mengintegrasikan upaya PPLH, membentuk kader-kader Adiwiyata sekolah serta mengelola sarana dan prasarana pendukung proses pembelajaran dan kegiatan yang sistematis PPLH di sekolah," pungkasnya.

Reporter : Ubed
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Dianggap Merusak Bangsa, Aksi 22 Mei Mendapat Kecaman Dari Ketua MUI Pasuruan

Komentar Anda