UniqMag
spece

Tanpa Kejelasan, Pemuda di Tulungagung Nekad Gantung Diri

berita terkini
Dok Humas Polres Tulungagung/istimewa
Berita 1

TULUNGAGUNG (Suarajatimpost.com) - Rabu (03/4/2019) ketenangan warga Desa Pucunglor Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung pecah, usai terdengar kabar kejadian bunuh diri karena gantung diri. Kejadiannya sekitar pukul 05.00 WIB, korban yang bernama Deni Setiawan (19) warga Desa Pucunglor Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung, korban ditemukan telah meregang nyawa.

Dalam kejadian tersebut, korban melakukan aksi bunuh diri dengan menggunakan tali kabel sepanjang 6 meter listrik. 

Paur Humas Polres Tulungagung, Bripka Endro Purnomo membernarkan kejadian tersebut, korban pertama kali di temukan oleh nenek korban.

“Pada hari dan tanggal tersebut di atas seperti biasa nenek korban Nasrikin  membangunkan korban sehabis sholat subuh akan tetapi saksi kaget karena melihat korban sudah meninggal dalam keadaan gantung diri di kamarnya, keterangan dari neneknya bahwa korban dalam beberapa minggu ini tidak bekerja dan tidur tiduran di rumah serta sering marah-marah apabila di tegur oleh neneknya,” jelasnya. 

Selain itu, dari hasil kesepakan antara pihak berwajib dengan kelurga korban menyatakan menerima kejadian tersebut dan tidak perlu dilakukan visum.

“Tubuh sudah dalam keadaan kaku dan tidak ditemukan luka tanda tanda akibat kekerasan, Lidah menjulur keluar, Leher korban ada bekas jeratan, Kemaluan keliar air mani, Tali untuk gantung adalah kabel listrik. Keluarga korban menerima kejadian tersebut dan membuat surat pernyataan bahwa kejadian tersebut merupakan murni gantung diri, serta membuat surat permohonan untuk dilakukan visum luar.” katanya.

Endro menambahkan, korban mengaitkan tali yang digunakan untuk bunuh diri ke tiang penyangga genting dengan ketinggian sekitar 4 meter. 

“Usuk rumah untuk gantungan setinggi 4 meter dan Jarak dari lantai ke kaki korban 1,5 meter,” tukasnya.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Dianggap Merusak Bangsa, Aksi 22 Mei Mendapat Kecaman Dari Ketua MUI Pasuruan

Komentar Anda