UniqMag
spece

Langgar Perjanjian, PT. Baramuda Bahari dan PT. Mega Marine Pride Kembali Dilaporkan

berita terkini
Ansor saat melaporkan kasus ke SPKT Polres Pasuruan
Berita 1

PASURUAN (suarajatimpost.com) - Adanya kasus limbah busuk pada dua perusahaan yang ada di Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, kembali bergulir.

Pasalnya, kedua perusahaan tersebut dianggap sudah melanggar perjanjian dengan tetap membuang limbah di aliran sungai 3,7 KM, yang notabenenya berada di tengah lingkungan warga sekitar.

Beberapa minggu lalu, anggota Ansor dan perusahaan tersebut menggelar mediasi di kantor pemerintah kabupaten Pasuruan, tepatnya di Jl. Hayam Wuruk Kota Pasuruan.

Pertemuan tersebut difasilitasi langsung oleh Pemkab, yang dimediatori langsung oleh Asisten Bupati yakni Anang Saiful Wijaya.

Dalam kesepakatan tersebut, Anang menyatakan bahwa perusahaan tidak akan membuang limbah kecuali limbah bersih yang tidak berbau dan tidak mencemari lingkungan.

Kemudian juga perusahaan akan segera melakukan normalisasi sungai sepanjang 3,7 KM, yang ada di tengah lingkungan warga sekitar.

Namun hingga saat ini, perjanjian tersebut belum terwujud oleh perusahaan, bahkan limbah yang mereka alirkan ke sungai warga masih berbau dan membuat resah masyarakat sekitar. Begitu juga dengan sungai yang dijanjikan akan dinormalisasi, masih belum ada perubahan yang nampak sama sekali.

Atas kejadian itulah akhirnya PC GP Ansor Bangil yang dikoordinir langsung oleh H. Sa'ad Muafi, mendatangi Polres Pasuruan untuk melaporkan perjanjian yang dilanggar oleh kedua perusahaan.

Untuk sementara ini, Sa'ad Muafi tidak melakukan aksi terlebih dahulu, dirinya hanya mengambil keputusan melalui jalur hukum terlebih dahulu.

"Apa yang mereka janjikan kepada warga saat dipertemukan di Pemkab tersebut, semuanya dilanggar. Tapi untuk sementara ini kami akan bertindak melalui jalur hukum dulu," terang Sa’ad Muafi di halaman SPKT Polres Pasuruan.

Sa’ad Muafi mendatangi Polres sekitar pukul 11.00 wib dengan didampingi oleh pengacara dan beberapa anak buahnya.

Muafi meminta supaya Dinas Lingkungan Hidup mencabut izin pembuangan limbah tersebut karena masih tidak sesuai dengan harapan warga sekitar.

"Nanti kami akan sampaikan supaya DLH segera mencabut surat izin pembuangan limbah itu," tambahnya.

Ironisnya, fakta di lapangan didapati bahwa aliran limbah yang dulu sempat ditutup oleh warga bersama anggota Ansor tersebut, kini lokasi tersebut sudah terkunci.

Hal itu terkuak saat Muafi meninjau langsung ke tempat sumber limbah.

"Lokasi aliran limbah pabrik yang dulu kita tutup itu, sekarang digerbang dan digembok. Itu kan artinya ada niatan tidak baik," tutup Muafi.

Reporter : Sukron
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Kabupaten Sumenep Raih WTP, Ini Kata Bupati Busyro Karim

Komentar Anda