UniqMag
spece

Curi HP Milik Remaja di Tulungagung, Residivis Terancam Kembali Masuk Bui

berita terkini
Pelaku saat berada di Polsek Ngunut
Berita 1

TULUNGAGUNG (Suarajatimpost.com) - Ani Yulianto alias Animin (40) warga Desa Gilang Kecamatan Ngunut bakal kembali merasakan pengabnya jeruji besi. Pasalnya, residivis yang baru keluar seminggu dari lembaga pemasyarakatan (lapas) di Kabupaten Tuban tersebut diamankan anggota Polsek Ngunut pada Selasa (2/4) siang di rumahnya. Diduga, duda satu anak tersebut mencuri sebuah Handphone (HP) merk Oppo F9 milik Angga Putra Pratama (19) warga Desa Sumberejokulon Kecamatan Ngunut.

Dari kejadian tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah dosbook HP merk Oppo F9, satu lembar nota pembelian, dan uang hasil penjualan sebesar Rp 130 ribu.

“Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolsek,” tegas Kanit Reskrim Polsek Ngunut Iptu Hery Poerwanto.

Hery mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari pengaduan korban ke Polsek Ngunut pada Selasa (2/4) pagi. Dalam laporannya, korban mengaku hp merk Oppo F9 yang dicash di atas meja kamar tidurnya telah hilang. Saat itu, korban menduga kuat pelakunya adalah tersangka. Sebab, sebelum hp tersebut hilang tersangka adalah orang yang terakhir masuk ke dalam kamar tidurnya.

“Awalnya korban tidak langsung melapor ke polisi, melainkan menanyakannya terlebih dahulu ke tersangka. Tapi malah tersangka marah-marah dan mengancam,” katanya.

Merasa dirugikan lanjut Hery, akhirnya korban melaporkannya ke polisi. Berbekal laporan tersebut petugas lantas melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, ada salah satu saksi yang melihat tersangka mengambil hp tersebut di atas meja kamar korban, kemudian hp tersebut dimasukkan ke dalam saku celananya.

“Saat itu juga kami beserta empat anggota langsung menuju rumah tersangka,” imbuhnya.

Hery melanjutkan, saat diinterograsi awalnya tersangka mengelak. Namun karena petugas terus mencecarnya, akhirnya tersangka menyerah dan mengakui semua perbuatannya. Ia juga mengaku ponsel tersebut dijual seharga Rp 500 ribu. Adapun uang hasil penjualan digunakan untuk bersenang-senang.

“Uang hasil penjualan HP langsung digunakan untuk bersenanhg-senang dan hanya menyisakan Rp 130 ribu,” terangnya.

Kepada petugas, awalnya tersangka tidak ada niat untuk mencuri. Namun, saat ia masuk ke kamar tidur korban dan melihat hp tersebut di cash di atas meja tiba-tiba munculah niat jahat untuk mencurinya. Padahal antara tersangka dan korban adalah teman.

“Jadi tersangka sudah sering bermain ke rumah korban. Saat pencurian terjadi korban masih tertidur di dalam kamar,” jelasnya.

Tersangka juga mengaku bahwa ia baru bebas sekitar seminggi dari lapas Kabupaten Tuban. Menurutnya, saat itu ia divonis 1 tahun 10 bulan karena kepemilikian senjata tajam. Kemudian beberapa tahun sebelumnya, tersangka juga pernah dibui di lapas klas IIb Tulungagung lantaran kasus penganiayaan.

Hery menambahkan, kini kasus tersebut masih proses penyidikan. Petugas juga terus berupaya untuk mencari apakah tersangka juga pernah melakukan tindakan melawan hukum di lokasi lain.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Kabupaten Sumenep Raih WTP, Ini Kata Bupati Busyro Karim

Komentar Anda