UniqMag
spece

Bantu Pemulangan Jenazah TKW asal Lumajang, SBMI Temukan Kejanggalan

berita terkini
Akhmad Zaky, saat menyampaikan pemaparannya
Berita 1

LUMAJANG, (suarajatimpost.com) - Investigasi SBMI (Serikat Buruh Migran Indonesia) soal meninggalnya Misti wati (44), TKW di Malaysia asal Desa Tegal Ciut Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur, mencatat beberapa kejanggalan.

Hal itu disampaikan oleh Akhmad Zaky pada awak media, Sabtu siang (6/4/2019).

Zaky menduga, ada praktik trafiking dibalik peristiwa na'as yang menimpa keluarga miskin ini.

Sedari cerita awal mula dulu, sekira tujuh tahun yang lalu Misti wati berangkat dibawa orang tanpa sepengetahuan keluarganya. 

"Tadi kami sudah ngobrol dengan keluarga, jadi Bu Misti wati ini sudah pergi ke Malaysia sejak sekitar tujuh tahun. Dan hal tersebut didalamnya patut diduga ada trafiking (perdagangan masnusia) juga ada unsur penculikan karena keberangkatannya silam, tidak ada persetujuan dari pihak keluarga," terang Akhmad Zaki.

Masih kata Zaky, pihak yang membawa Misti wati itu alamatnya sudah didapat dari pengakuan pihak keluarga melalui suami Misti wati.

Juga berubahnya nama. Dimana nama asli dari Misti wati lalu di paspor menjadi Ani, juga menjadi catatan khsusus pihaknya untuk diurai lalu dibawa ke ranah hukum.

Selebinya, pria berperawakan tegap itu menambahkan, terkait dugaan trafiking ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan rekanan berikut pihak berwenang.

"Sementara dari hasil perbincangan tadi, diduga kuat ini adalah trafiking. Jadi itu penegak hukum harus merespon," tukas dia.

Terkait pemulangan jenazah, Akhmad Zaky berharap agar nantinya Bupati Lumajang tidak terlalu mengedepankan jika Misti Wati legal atau termasuk ilegal.

Menurutnya, MIsti wati juga merupakan WNI (Warga Negara Indonesia), khsusnya warga Lumajang untuk dilindungi, baik ada didalam dan luar negeri.

Reporter : Hermanto
Editor : Ananda Putri
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Dianggap Merusak Bangsa, Aksi 22 Mei Mendapat Kecaman Dari Ketua MUI Pasuruan

Komentar Anda