UniqMag
spece

Ini Yang Akan Dilakukan Pemprov Jatim Guna Meningkatkan PDRB dan IPM Lima Tahun ke Depan

berita terkini
Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto saat menghadiri Musrenbang Privinsi Jawa Timur.
Berita 1

BOJONEGORO, (suarajatimpost.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan lakukan intervensi 3 hal besar yang menjadi kerangka pikir pembangunan periode 2019-2024 guna meningkatkan PDRB dan IPM Masyarakat Jawa timur, hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parawansa pada saat acara Musrenbang Provinsi Jawa Timur (09/04/2019) di Ballroom lantai 4 mall Grand City Surabaya.

Dalam Acara ini selain dihadiri 38 Bupati dan Walikota Se-Jawa Timur, dan Kabupaten Bojonegoro diwakli oleh Wakil Bupati Budi Irawanto.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan tiga intervensi besar guna menjawab permaslahan-permasalahan di Jawa timur dan mengantispiasi kesenjangan di masa yang akan datang, seperti ketimpangan kemiskinan antara di perkotaan dan pedesaan, Indeks Pebangunan manusia (IPM) yang masih rendah dibawah IPM Nasional. 

Adapun tiga Intervensi tersebut, yaitu yang pertama penguatan dan pemberdayaan pembangunan ekonomi Masyarakat, yang kedua pemberantasan kemiskinan yang komprehensip, dan yang ketiga kepastian layanan dasar yang berkualitas. 

Masih menurut Gubernur Khofifah, bahwa untuk mencapai hal tersebut perlu adanya kolaborasi dan sinergitas, antara stake holder pembangunan, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, Kabupaten/kota, masyarakat sipil dan dunia usaha, dengan pendekatan terstruktur (structured approach) dan implementasi berdasarkan prinsip good governance. 

"Untuk itu, pelaksanaan Musrenbang sangat penting sebagai forum memberikan masukan dalam penyusunan RPJMD Provinsi Jatim, proses penyusunan RKPD Provinsi Jatim Tahun 2020. Melalui Musrenbang ini diharapkan ada penajaman, penguatan, dan pengayaan baik dari narasumber maupun peserta," ujarnya.

Sebelum membuka Musrenbang, Wakil Menteri Keuangan RI Mardiasmo, juga menyampaikan sangat mengapresiasi Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Elestianto Dardak yang ingin melompat dan memberikan akselerasi terhadap prioritas Jawa timur untuk mengurangi bahkan menghilangkan ketimpangan.

"Sebab, ketimpangan adalah musuh bersama. Meskipun demikian, di Jatim, dengan segala sumber yang ada dengan kabupaten/kota yang banyak dan beragam, tetapi masih belum bisa maju dan full speed. Untuk itu, 38 kabupaten/kota di Jatim harus bisa bersinergi satu sama lain," pintanya.

Lanjut, Wakil menteri Keuangan RI Mardiasmo berharap pada Gubernur dan jajaranya, kekuatan pembangunan antara Pusat dan Daerah harus saling bersinergi dari sektor apa pun, jangan ada diskriminasi dengan Daerah lain, antar Daerah.

“Engine atau mesin pembangunan yakni Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan sektor perekonomian antara lain sektor primer, sektor sekunder dan sektor tersier harus saling bersinergi untuk menghasilkan perekonomian yang optimal,” imbuhnya. 

Sementara itu, Sekjen Kemendagri, Hadi Prabowo mengatakan, dalam pembangunan dibutuhkan kolaborasi program antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. 

"Sehingga perlu adanya penyelarasan antara tema RPKD dengan tema pembangunan Jawa dan Bali , yaitu Pendorong industri," pungkasnya

Reporter : Mustakim
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Peduli Warga, Kades Kumpulrejo Santuni Janda dan Anak Yatim

Komentar Anda