UniqMag
Diknas Jombang

Viral Video Mahasiswi Berhijab di Tulungagung Joget, Ini Tanggapan Masyarakat Hingga Konsultan Psikolog

berita terkini
Salah satu adegan yang tertangkap kamera
Berita 1

TULUNGAGUNG (Suarajatimpost.com) - Beredar beberapa unggahan video wanita berhijab yang disinyalir masih berstatus mahasiswi sebuah Perguruan Tinggi di Tulungagung. Sebagian masyarakat sesalkan hal tersebut, karena dinilai tidak layak terjadi apalagi bila terbukti masih berstatus mahasiswi. 

Video tersebut, viral dan menjadi perbincangan miring di tengah masyarakat pasca melalui sosmed (Whatsapp) video tersebut beredar dari satu ponsel ke ponsel lainnya. 

Beberapa video yang menjadi perbincangan, sebagian berlatar siang hari dan sebagian berlatar malam hari dengan menyorot wanita berhijab sedang asik berjoged-joged ria. 

Sayangnya, tingkah yang dimaksudkan hanya sebagai tindakan mengexpresikan diri tersebut, mendapat kritikan kurang menyenangkan dari sebagian masyarakat dan warga net. 

Farid, warga lingkungan 10 Ngunut saat dikonfirmasi Suarajatimpost.com menyayangkan kejadian tersebut, karena selain statusnya yang masih pelajar juga mengenakan hijab. 

"Itu memang tragis ya, itu kita tahunya dari sosmed Whatsapp, ramai di buat status Whatsapp juga," jelasnya. 

Ia menilai, secara umum, hal itu menunjukkan etika buruk kalangan pemuda jaman sekarang. 

"Kalau bisa ya jangan lah, harus tau tempat dan tau waktu," jelasnya. 

Sementara itu, Konsultan Psikolog Tulungagung Ifada Nurrohmaniah melihat realita tersebut sebagai hal yang diperbolehkan. 

"Sah sah aja orang berjoged kaan. Spontanitas respon terhadap stimulus musik ada reaksi joged," jelasnya. 

Lebih lanjut ia memaparkan, memang jika hijab dengan joged seringkali menimbulkan resepsi yang beragam di berbagai kalangan. 

"Ketika berbicara yang hijab berjoged menimbulkan persepsi berbeda. Persepsi merupakan cara pandang yang di latarbelakangi oleh informasi yang di dapat, pengetahuan keilmuan, pengalaman, dan nilai," tambahnya. 

Sehingga terkait pro dan kontra wanita berhijab berjoged itu bakal menimbulkan persepsi yang subjektif. 

"So, persepsi subyektif tergantung cara pandang kita saja. Seberapa hijaber tahu tentang konsekwensi memakai jilbab mulai dari nilai yang perlu dijunjung dan dilakukan mulai tata cara hingga etika inipun kan belum sepenuhnya sama, tergantung pondasi yang dibangun ketika memakai hijab," jelasnya. 

Ifada menegaskan, terkait perkara tersebut antara persepsi berjoged dengan memakai hijab bakal sulit dipandang sama oleh berbagai kalangan. 

"Dan ini memang terus gak bisa dibenturkan lhoo. Karena memakai jilbab memang ada konsekwensi logis dalam tata nilai sosial selain konsekwensi sebagai umat muslim," paparnya. 

Sementara itu, Ifada menggarisbawahi jika perkara berhijab dan berjoged itu berbeda dengan tari skeptis. 

"Itu beda nu, kan sosial budaya. Jadi memang berbeda," imbuhnya.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Begini Misteri Pulau Baru di Gili Raja Sumenep
Berita Selanjutnya Dinas PMD Probolinggo Gelar Sosialisasi APBDes 2019

Komentar Anda