UniqMag
spece

Mobil Jimny Ada Tulisan Umpatan, Kembali Hebohkan Warga Nganjuk

berita terkini
Mobil jimny kotrik dengan wajah umpatan yang berbeda
Berita 1

NGANJUK, (suarajatimpost.com) - Pernah ingat dengan mobil suzuki jimny kutrik yang menghebohkan warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kala itu dimana saat itu mobil tersebut banyak tulisan sentilan pada pemerintahan era Bupati sebelumnya terjerat kasus dan ditangkap KPK

Ternyata mobil jimny tersebut sekarang muncul kembali di media sosial dengan wajah  yang baru dituliskan lebih ekstrim dari sebelumnya sehingga membuat heboh sebagian warga Nganjuk.

"Memang ini, saya tujukan bagi yang merasa. karena satu semester ini saya anggap reformasi birokrasi di Nganjuk tidak sesuai dengan harapan yang ingin perubahan dari Bupati sebelumnya," terang Muhammad Zainal Arifin pemilik mobil jimny. Senin 15/4/2019.

Selain membuat sentilan dimobil miliknya Zaenal, juga sering menulis sentilan melalui Medsos facebook. Namun hal tersebut seakan tidak ada respon dari pemerintahan Nganjuk era sekarang. Sehingga ide gila pun muncul kembali bahkan mobil jimny tersebut dituliskan 'Nopie Ternyata Luweh Dancok' sehingga menghebohkan warga Nganjuk.

"Kondisi seperti ini waktunya memang kotrik saya turun kenalan biar semua tau, kalau Nganjuk belum ada perubahan," imbuh pria sapaan akrab Kang Zainal.

Dilain tempat, Wakil Bupati Marhaen Djumadi saat dihubungi via selular perihal tanggapan terkait mobil kotrik yang bertuliskan 'Nopie Ternyata Luweh Dancuk', dirinya mengatakan bahwa apa menulis seperti itu adalah tindakan sangat tidak pantas jika dilihat publik.

"Menurut saya tidak pas, kalau bilang itu tidak kompeten, apa dia bisa ngukur, ukuran ukuran kenerja kan harus dengan manajemen ASN," tegasnya.

Dengan anggapan ada orang pemerintahan yang dulu, tentunya Pemerintah Daerah punya alasan dan tidak semerta merta memecat seperti sebuah perusahaan swasta. Kelasnya sudah beda antara aparatur sipil negara ASN dan pegawai swasta.

"Kalau orang sudah eselon 2 (dua) tidak bisa diturunkan, bisanya cuman mutar dan diputar, dia kan ngak ngerti, iya kalau swasta diganti dipecatin semua, kalau ASN kan ngak boleh. Itu yang sebenarnya harus dipahami, pada intinya menurut saya itu sangat tidak tepat," ungkap Marhaen via sambungan selular.

Reporter : Hariyanto
Editor : Ananda Putri
Berita 2
Berita Sebelumnya Masa Tenang Pemilu, Pronojiwo Lumajang 'Meradang'
Berita Selanjutnya Kapolres Bojonegoro Pastikan Rekapitulasi Pemilu 2019 Dijamin Aman

Komentar Anda