UniqMag
spece

DKKPP Berikan Sosialisasi Intensifikasi Tembakau Ke Petani Probolinggo

berita terkini
Acara sosialisasi intensifikasi tembakau
Berita 1

PROBOLINGGO, (suarajatimpost.com) - Kabupaten Probolinggo melalui Dinas terkait yaitu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKKPP) dalam rangka memberikan pembinaan terhadap petani sosialisasi intensifikasi tembakau tahun 2019.

Kegiatan yang didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2019 ini dilaksanakan di 3 lokasi pada 7 Kecamatan, potensi tembakau di Kabupaten Probolinggo, 22 hingga 24 April 2019.

Ketiga lokasi tersebut adalah Kantor BPP Kecamatan Paiton diikuti peserta dari Kecamatan Paiton dan Kotaanyar, Kantor BPP Kraksaan diikuti peserta dari Kecamatan Kraksaan dan Krejengan, dan Kantor BPP Pakuniran diikuti peserta dari Kecamatan Pakuniran dan Besuk.
Setiap lokasi diikuti oleh 120 orang peserta dari 2 Kecamatan yang terdiri dari unsur PPL, Kepala Desa (Kades), Ketua Kelompok Tani dan anggota Kelompok Tani. Para peserta merupakan calon penerima bantuan sarana produksi berupa pupuk, sucker control dan bio pestisida (nematida, bakterisida dan fungisida).

Rabu (24/4/2019), sosialisasi intensifikasi tembakau ini dilaksanakan di Kantor BPP Kecamatan Pakuniran. Kegiatan ini dihadiri narasumber dari DKPP Kabupaten Probolinggo, praktisi tembakau serta personil TNI dari Koramil Pakuniran.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono melalui Kepala Bidang Perkebunan Nurul Komaril Asri mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para petani tembakau terkait dengan intensifikasi tembakau untuk meningkatkan kualitas daun tembakau.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh para petani adalah melalui pemupukan yang benar untuk proses pertumbuhan. Disamping itu juga sucker control berupa mematikan ketiak daun agar kualitas daunnya tebal pada saat pasca panen akan lebih baik,” katanya.

Menurut Nurul, untuk meningkatkan produktivitas tembakau bisa dilakukan dengan penggunaan bio pestisida sebagai pengendalian hama secara biologis.

“Tembakau ini merupakan bagian dari konsumsi dari masyarakat. Oleh karena itu, kandungan kimianya harus ditekan semaksimal mungkin. Pengendalian hama tidak menggunakan pestisida kimia sehingga tidak ada residu di kemudian hari,” jelasnya.

Nurul berharap agar bantuan yang nantinya akan diberikan kepada para petani tembakau ini bisa digunakan sesuai dengan standart dan peruntukannya, demi meningkatkan produktivitas maupun kualitas tembakau.

“Jika produktivitas dan kualitasnya bagus, maka harga tembakau akan tinggi. Kalau harganya sudah tinggi maka pendapatan dan kesejahteraan petani tembakau di Kabupaten Probolinggo akan semakin meningkat,” terangnya.

Ke depan para petani yang tergabung dalam 12 kelompok dari 6 Kecamatan potensi tembakau ini akan mendapatkan bantuan pupuk, sucker control dan bio pestisida. Rinciannya pupuk sebanyak 150 kg per hektar. Di mana setiap kelompok mendapatkan kuota pupuk untuk lahan seluas 25 hektar. sucker control diberikan sebanyak 900 liter bagi 12 kelompok. Di samping itu, setiap kelompok juga mendapatkan bantuan sebanyak 1 paket bio pestisida terdiri dari nematida (cacing), bakterisida (bakteri) dan fungisida (jamur).

Reporter : Ubed
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Pekerja Serabutan Digelandang Polisi Kediri, Ini Penyebabnya
Berita Selanjutnya Gubernur Jatim Beri Penghargaan kepada Para Pejuang Pemilu 2019 yang Gugur di Bojonegoro

Komentar Anda