UniqMag
spece

Merasa Calegnya Dirugikan, PDIP Trenggalek Geruduk KPU

berita terkini
Komisioner KPU Trenggalek menerima perwakilan dari PDI-P
Berita 1

TRENGGALEK, (suarajatimpost.com) - Merasa Calegnya dirugikan, perwakilan dari seluruh PAC PDIP se-Kabupaten Trenggalek geruduk KPU, Rabu (15/5/2019).

Ketua DPC PDIP Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, sebelumnya Ia sudah melaporkan hal tersebut ke Bawaslu pada tanggal 4 Mei 2019, tentang temuan yang tidak sesuai dengan rekapitulasi hasil perolehan suara, di tingkat Kecamatan di TPS 4,  12, 20, Kelurahan Surondakan, dan TPS 16, 12 Kelurahan Sumber Gedong, Kabupaten Trenggalek.

Kata Doding, Pada DAA 1- DPRD Trenggalek Kabupaten Kota, dengan model C 1 plano DPRD Kabupaten Kota tidak sinkron pada perolehan suara PDI-P di Kelurahan Surondakan tepatnya TPS 4. Pada DAA 1 tertulis suara 24 suara, tetapi di C 1 plano tertulis 26 suara. TPS 12 DAA1 tertulis 16 suara, tetapi C 1 Plano tertulis 26 suara. TPS 20 DAA1 tertulis 10 suara, tetapi di plano C1 16 suara. Di Kelurahan Sumber Gedong di TPS 16 pada DAA1 tertulis 22 suara, tetapi di C1 Plano tertulis 27 suara. Di TPS 12 partai PAN di DAA1 tertulis 3 suara, tetapi di C 1 plano tertulis 1 suara. Kemudian ada suara tidak syah pada DAA 1 tertulis 8 suara, tetapi C 1 plano tertulis 9 suara.

Atas kejadian tersebut kata Doding, sesuai dengan rekomendasi Bawaslu Trenggalek, pada tanggal 4 Mei 2019 menyatakan, terlapor Ketua KPU dan anggota KPU Kabupaten Trenggalek, secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi.

Selanjutnya memerintahkan terlapor, untuk melakukan pengecekan, dan rekapitulasi ulang data, untuk Kelurahan Surondakan pada TPS 4, 12, 20, dan Kelurahan Sumbergedong di TPS 16 dan 12, Kecamatan Kabupaten Trenggalek, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Jadi kedatangan teman teman PDI-P ke KPU ini, agar keputusan Bawaslu itu untuk dilaksanakan secepatnya," kata Doding

Sementara itu Ketua KPU Trenggalek Suripto, saat dikonfirmasi mengatakan, saya jelaskan pada PDI-P, bahwa KPU Kabupaten Trenggalek, tidak bermaksud tidak untuk menindak lanjuti. Akan tetapi pihaknya sudah menindak lanjuti putusan Bawaslu Trenggalek, dengan melakukan koreksi administratif, terhadap putusan Bawaslu.

Kenapa KPU Trenggalek melakukan banding, terhadap keputusan Bawaslu Trenggalek?, Pertama putusan Bawaslu dalam persidangan menyatakan, bahwa KPU dengan sah dan meyakinkan telah melanggar administratif.

"Dari ini menurut saya bahwa, putusan Bawaslu itu sumir dan kabur. Karena menjadi kewenangan KPU untuk proses rekapitulasi," jelas Suripto

Sementara yang dituntut adalah, persoalan yang ada di TPS dan keputusannya sudah diluar rekapitulasi, dan semua hasil rekapitulasi sudah selesai.

Suripto memandang, bahwa hal itu bukan persoalan administratif, tetapi menyangkut hasil. Perselisihan hasil pemilu yang diatur dalam Undang-Undang tersebut sudah menjadi kewenangan Mahkamah Konsitusi, bukan kewenangan Bawaslu.

Hal yang kedua, Bawaslu dalam proses mengadili dengan acara cepat tersebut sudah salah prosedur, karena pihak KPU Trenggalek diundang pada tanggal 6 Mei untuk klarifikasi, akan tetapi tanpa kehadiran pihak KPU.

"Kami sudah memberikan surat ke pihak Bawaslu, bahwa kami belum bisa hadir, karena sedang mengikuti rekapitulasi Provinsi, berdasarkan undangan dari KPU Provinsi, bersama dengan lima komisioner dan operator," sambungnya

Tetapi tanpa kehadiran KPU, Bawaslu sudah mengambil keputusan dalam persidangan, ini menurut KPU tidak melalui prosedur, dan selanjutnya cacat prosedur, dan tidak mengundang pihak terkait.

"Kalau itu sebuah keputusan, apalagi keputusan penting mestinya peradilan itu secara terbuka, semua pihak di undang, seperti KPPS, pengawas TPS, termasuk PPK dan saksi pun juga diundang, tetapi ini semua tidak diundang," tegas Suripto

Lebih lanjut Suripto mengatakan, yang ia sayangkan bahwa hal tersebut sudah menjadi masalah sejak awal, namun kenapa di forum sidang resmi tidak dibuka persoalan tersebut.

"Kalau sudah tahu ada kekeliruan dibiarkan, berarti Bawaslu membiarkan kesalahan juga," pungkasnya

Reporter : Tatang
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Tolak People Power, Puluhan Tokoh dan Ulama di Bondowoso Deklarasi Damai
Berita Selanjutnya Gubernur Jatim Beri Penghargaan kepada Para Pejuang Pemilu 2019 yang Gugur di Bojonegoro

Komentar Anda