UniqMag
Diknas Jombang

Satpol PP Probolinggo Segel Tempat Usaha Arung Jeram Fafting NOAR

berita terkini
Satpol-PP Probolinggo saat menyegel tempat usaha Arung Jeram Fafting NOAR
Berita 1

PROBOLINGGO, (suarajatimpost.com) - Satuan Polisi Pamong Praja melalui satuan Team Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Probolinggo menyegel sementara tempat usaha arung jeram fafting NOARS  yang berada di Desa Pesawahan Kecamatan Tiris, Jumat (17/05/2019).

Kedua tempat usaha arung jeram tersebut disegel dan ditutup sementara karena masa berlaku izinnya sudah habis dan belum melunasi PAD (Pendapatan Asli Daerah). Penyegelan dan penutupan sementara ini dilakukan dalam kegiatan monitoring perizinan yang dilakukan TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo.

Turut serta dalam kegiatan yang dipimpin oleh Kasi Opsdal Mashudi dan Koordinator TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo Nurul Arifin ini petugas dari Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo.

Dasar kegiatan adalah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Perizinan Tertentu, Perda Nomor 6 Tahun 2005 Tentang IMB, Perda Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan serta Perjanjian Kesepakatan Bersama Antara Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Pengusaha.

Kegiatan monitoring perizinan ini diawali di tempat usaha arung jeram NOARS milik Nur Hadi di Desa Pesawahan Kecamatan Tiris serta tempat usaha arung jeram REGULO di Desa Condong Kecamatan Gading. Dari tempat usaha tersebut untuk berkas perizinan sudah habis masa berlakunya sehingga dilakukan penyegelan dan penutupan sementara tempat usaha tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, petugas TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo melakukan pemeriksaan berkas perizinan dan dilakukan penandatangan berita acara pemeriksaan perijinan. 

"Karena masa berlaku izinnya habis, maka dilakukan penandatangan berita acara penutupan sementara tempat usaha dan pemasangan police line di area tempat usaha tersebut," terang Koordinator TRC Satpol PP Kabupaten Probolinggo Nurul Arifin.

Menurut Nurul, selanjutnya akan dilakukan pemanggilan secara kedinasan kepada pemilik tempat usaha tersebut. 

"Pemanggilan ini dilakukan agar pemilik usaha agar menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan PAD dan perijinan tempat usahanya," jelasnya.

Sementara Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan penutupan dilakukan karena sampai sampai SP3 kepada Pengelola Rafting NOARS dan REGULO tidak memperpanjang perjanzian pengelolaan arung jeram di Sungai Pekalen Kecamatan Tiris dan Maron.

"Dengan penutupan sementara ini diharapkan jika pihak pengelola masih berkeinginan memperpanjang pengelolaan diberi kesempatan untuk melapor ke Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo," katanya.

Menurut Joko, dalam penutupan sementara pihak pengelola Rafting NOARS dan REGULO diberi waktu 1 (satu) bulan untuk segera menyelesaikan perizinan tempat usahanya dan pembayaran PAD ke Pemerintah Daerah.

"Kami akan memberikan tenggang waktu sebulan kepada pengusaha rafting NOARS untuk memperpanjang dan apabila belum ada itikad baik dari pengelola maka tempat usaha rafting NOARS akan diambil tindakan penutupan secara permanent," pungkasnya.(uber)

Reporter : Ubed
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Situs Pekauman Bondowoso Terancam, Disbudpar Provinsi Jatim Larang Alat Berat Pabrik Triplek Beroperasi
Berita Selanjutnya Lelang Molor, Komisi 3 DPRD Trenggalek Dibuat Pusing

Komentar Anda