UniqMag
Diknas Jombang

BBPOM Surabaya Temukan Takjil yang Mengandung Boraks di Bundaran ITS

berita terkini
Kepala BBPOM Surabaya I Made Bagus Gemaretta
Berita 1

SURABAYA, (suarajatimpost.com) - Beredar kabar bahwa masih banyak pedagang yang sengaja atau tidak tahu pada barang dagangannya yang mengalami bahan kimia berbahaya.

Maka, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) I Surabaya bersama Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi Jawa Timur  mengelar sidak pengawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan bunderan depan gapura ITS Surabaya.

"Kami berjejaring dengan Petugas Keamanan Pangan Daerah dan Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi dalam melalukan sidak makanan takjil. Kegiatan ini bertujuan untuk kepuasan dan keamanan masyarakat dalam memperoleh makanan yang sehat saat buka puasa," ucap Kepala BBPOM Surabaya I Made Bagus Gerametta kepada awak media pasca sidak. Selasa, (21/5/2019).

I Made menjelaskan, ada 25 sampel yang diambil dari para pedagang yang akan langsung diperiksa. Untuk kriteria makanan yang dijadikan sampel ialah makanan yang kami curigai seperti kalau boraks biasanya untuk bahan pengenyal seperti di jajan pentol atau mie. 

“Kalau pewarna Rhodamin B biasanya digunakan untuk pewarna sirup atau saus. Formalin biasanya untuk pengawet makanan. 

Setelah dilakukan pemeriksaan dari sampel tersebut didapatkan beberapa makanan mengandung bahan kimia berbahaya yaitu, ditemukan satu sample cincau, dua sampel kerupuk yang mengandung boraks dan satu sample es sirup yang mengandung pewarna Rhodamin B,” ungkapnya.

Untuk upaya tindak lanjut dari temuan ini, Made menambahkan, tentu pedagang terkait akan mendapatkan sosialisasi tentang bahaya penggunaan bahan-bahan kimia tersebut. 

"Pengusaha ada tiga macam ada yang tidak tahu. Ada yang pura-pura tidak tahu dan menambahkan bahan kimia tersebut, serta ada yang tidak mau tahu. Mereka akan ditindak tentunya dengan melibatkan Dinas terkait," beber I Made.

Kepala Bidang Sumber Daya Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Ina Mahanani mengatakan, akan ada upaya pembinaan kepada pada pedagang tentang penggunaan zat-zat berbahaya tersebut. 

"Tentu akan ada pembinaan untuk para pedagang tentang bahaya zat tersebut. Agar masyarakat juga mendapatkan makanan sehat dan terjamin aman saat berbuka puasa," tuturnya.

Perlu diketahui, zat-zat kimia berbahaya yang masuk ke tubuh melalui makanan tentunya akan berakibat buruk bagi kesehatan di kemudian hari. Misalnya, pewarna Rodhamin B bila terus dikonsumsi oleh tubuh, juga dapat memicu kanker di lain hari. 

Reporter : Arianto
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Kabupaten Mojokerto Berhasil Pertahankan WTP Lima Kali Berturut-turut
Berita Selanjutnya Tolak Kerusuhan, Masyarakat Mojokerto Kota Diajak Senam Goyang Dayung

Komentar Anda