UniqMag
Diknas Jombang

Kasihan, Wanita Ini Lahirkan Bayi Mungil Saat Jadi Penghuni Lapas Kelas II B Tulungagung 

berita terkini
NL (duduk), bayinya digendong keluarganya saat di Lapas Tulungagung
Berita 1

TULUNGAGUNG (Suarajatimpost.com) - Sempat ramai menjadi bahan sorotan, saat wanita berinisial NL (24) warga Desa Batokan Kecamatan Ngantru, yang ditangkap pihak kepolisian usai kedapatan memiliki sabu dan tengah hamil tua. Jumat (24/5/2019) kemarin, NL melahirkan bayi nya yang merupakan anak ketiga saat berstatus sebagai penghuni Lapas, di Lapas kelas II B Tulungagung. 

Sebelumnya NL, ditangkap polisi Unit Reskrim Polsek Tulungagung kota Senin (20/5/2019) kedapatan tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika golongan I jenis sabu. Dengan barang bukti sebanyak satu poket sabu seberat 2,88 gram di bungkus plastik klip warna putih, satu poket sabu seberat 15,23 gram dibungkus plastik klip warna putih, satu buah timbangan digital merk Hunza warna Silver, dan beberapa klip plastik yang masih kosong.

Ka KPLP Lapas Kelas II B tulungagung, Manap menuturkan, secara ketentuan hukum NL bisa merawat bayinya di dalam Lapas maksimal selama 2 tahun.

“NL, bisa merawat bayinya kurang lebih 2 tahun,” paparnya.

Lanjut Manap, tidak akan ada pemberian fasilitas secara khusus terhadap NL meskipun ia sedang dalam keadaan merawat bayi.

“Kami tetap memberikan fasilitas seperti biasanya, ia tetap di blok srikandi yaitu untuk tahanan wanita,” ujarnya. 

Kronologis prosesi kelahiran bayi malang tersebut, NL melahirkan saat berada dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara. 

“Padahal dari pihak kami mau mempitoni NL dengan adat dan budaya jawa, tapi NL keburu melahirkan. Saat melahirkan memang mendadak dan cepat, yaitu sejak malam jumat kemarin mulai terasa lalu kita antar dan ternyata dijalan telah lahir tapi tetap kita bawa ke RS,” paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Tulungagung Kota AKP Rudi Purwanto saat menjenguk NL mengungkapkan, secara pribadi dirinya sempat berkeinginan untuk mengadopsi bayi tersebut.

“Awalnya kasihan dan pengen saya adopsi, tapi karena pihak keluarga tidak mengizinkan ya sudah, alasannya kan NL melahirkan anak laki-laki dan keluarga inginnya anak perempuan,” jelasnya.

Selain itu, pihak kepolisian menyatakan untuk proses penyidikan masih tahap perlengkapan berkas. 

"Status NL masih proses menuju P21, sehingga untuk persidangan masih menunggu perlengkapan berkasnya," ujarnya.

Reporter : Latif Syaifudin
Editor : Krisdiantoro
Berita 2
Berita Sebelumnya Lions Club Surabaya Patria Buka Bersama dengan 70 Anak Yatim
Berita Selanjutnya Lelang Molor, Komisi 3 DPRD Trenggalek Dibuat Pusing

Komentar Anda