Peristiwa Daerah

Akun Instagram andeweasallosplos Sebut Petinggi Polres Jombang Minta Uang 50 Juta Untuk Tutup Kasus


calendar_today 20/01/2020 - 21:10
default ads banner CODE: NEWS / LARGE BANNER 1 / 320x100

JOMBANG, - Akun Instagram andeweasallosplos yang diduga diketahui identitasnya inisial MSA asal Kabupaten Jombang, membuat heboh korps seragam coklat.

Bagaimana tidak dalam cuitan diinstagramnya tersebut, sempat menyebut petinggi Polres Jombang dan Polda Jatim. Bahkan ada video Instagram menyebut bahwa sebuah pemberian uang sebesar 50 juta untuk menutup sebuah kasus.

Dalam video live Instagram, andeweasallosplos dengan menggunakan bahasa Indonesia bercampur bahasa Jawa dan berdurasi sekitar 1 menit 20 detik menyebut layaknya ada ucapan pemberian uang untuk menutup sebuah kasus pada tahun 2018.

"Dua tahun yang lalu mereka minta 50 juta sekarang akan dinaikan menjadi 100 juta untuk membebaskan perkara. Nyangoni kerek minggat, nyangoni ketek minggat. Ora goblok aku. Orang itu masih dikasih akal, dikasih pikiran sama Gusti Alloh dibuat mikir, mosok duwit sak munu ke'e dikekno...P.?. Goro goro kasus sepele gak masuk akal. Kemarinkan di itu Yo, nulis nulis di Instagram saya, mereka merasa tertekan, ..P..? meresa tertekan, kemudian mereka minta mediasi saya dilarang untuk nulis nulis, ngak boleh nulis nulis saya ini. Soalnya akan menjadi tekanan publik," ucapnya dalam video yang tersebut di WhatsApp. Senin (20/1/2019).

Tidak hanya video, ada tulisan dengan cuitan yang dinilai sebuah perkataan yang tidak pantas untuk diucapkan.

"Silahkan datang kesini kerumah dan pesantren kami hai Pitra atau Fadli dari Polda Jatim, gak ada ketakutan seperti yang kalian tuduhkan seperti yang dikatakan Pitra Ratulangi Direskrimum kalian. Kami bukan teroris seperti kalian maka ngak ada kamus takut menghadapi teroris sesungguhnya kalian sendiri dan gerombolan," cuit akun Instagram andeweasallosplos.

Selain daripada itu, masih postingan diakun Instagram andeweasallosplos. Tentang masalah lelang SIM.

"Ini yang suka melelang SIM di Polres Jombang Ya, Wakapolresnya sendiri," tulisnya.

Dari cuitan akun tersebut, Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Ambuka Yudha Hardi, menanggapi dengan santai karena apa yang dituduhkan oleh akun Instagram, andeweasallosplos tidak benar.

"Biasa aja, orang itu, kan ndak terbukti. Kita sih' biasa saja," terangnya pada suarajatimpost.com melalui telepon selular.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Ambuka Yudha Hardi mengatakan, pihaknya akan tetap bekerja secara profesional. Namun tidak menutup kemungkinan bila ada laporan dari masyarakat tentunya akan melakukan tindakan.

"Mungkin kalau ada laporan dari Pecinta Polisi, boleh. Tapi selama ini kalau merasa digituin kita biasa saja kok, itu kan ngak terbukti juga kan," ungkap Kasat Reskrim Polres Jombang.


Reporter : Hariyanto
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri

default ads banner CODE: NEWS / LARGE BANNER 2 / 320x100
default ads banner CODE: NEWS / MEDIUM / 300x250
default ads banner CODE: HOME / LARGE BANNER 1 / 320x100
default ads banner CODE: HOME / LARGE BANNER 2 / 320x100
FOKUS BERITA